Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Menyikapi Makna di Balik Sang Penghiburnya PADI


Setiap perkataan yang menjatuhkan


Tak lagi kudengar dengan sungguh


Juga tutur kata yang mencela


Tak lagi ku cerna dalam jiwa



"dalam keberadaan ku yang berada di titik no, yang tak daya, dan kekuatan ini… aku tak peduli dengan apa yang kalian ketakan, cemoohkan, opinikan, dan celaankan pada ku. Aku hanya yakin dengan proses yang sedang aku lakukan sekarang ini."



Aku bukanlah seorang yang mengerti


Tentang kelihaian membaca hati


Kuhanya pemimpi kecil yang berangan


tuk merubah nasibnya….



"ya… memang tak ada kelebihan yang aku miliki, tak ada kekuatan yang aku banggakan. Aku hanya mahluk kecil yang memiliki sejuta impian yang harus aku dapatkan. Sehingga ku hanya bisa melihat kegembiraan dan rasa syukur. Ibu dan ayah dari surga sana bisa tersenyum kagum dengan tulang sumsumnya ini. Adik ku D'Rizki dan D'Astri bisa menatap ku penuh dengan harapan. Semuanya akan aku dapatkan… Akan aku dapatkan Perubahan akan terjadi..!"



Oh… bukankah ku pernah melihat bintang


Senyum menghiasi sang malam


Yang berkilau Bagi permata


Menghibur yang lelah jiwanya, menghibur yang sedih hatinya



"Ya… berjuta impian melambai padaku. Beribu kesuksesan mendekap jiwa ku. Semuanya begitu berarti bagi ku. Aku pun harus bisa dapatkan. Karena satu alasan. Semua angan dan harapan ibu, ayah yang telah tiada, dan adikadi ku selalu menatap tajam pada mataku-menusuk dalam pada hati ku."



Ku gerakan langkah kaki


Dimana cinta akan bertumbuh


Ku layangkan jauh mata memandang


Tuk melanjutkan mimpi yang terputus



"Walau ku hanya bisa berusaha dalam keterbatasan, walau Ku hanya bisa berkorban dalam ketidak mampuhan ku. Semua yang ku inginkan akan aku raih…dengan berpondasikan berjuta asa yang masih aku miliki."



Masih ku coba mengejar hidup


Meski peluh membasahi tanah


Lelah pengap tak menghalangiku


MENEMUKAN BAHAGYA



"Memang kegundahan selalu menghantuiku, ketidakberdayaan selalu menakutiku ku, kelemhan yang selalu membebani hidupku. Tapi itu semua ku anggap hanya secuil tantangan yang akan mudah aku lalui. Dan aku taklukan dengan kepalan tanganku."



Bukankah hidup ada perhentian


Tak harus kencang terus berlari


Ku hela napas panjang. Tuk siap berlari kembali



"Dalam kepengapan hidupku, dalam ketidak sempurnaan sipat dan pikiranku… ku hanya mengikhlaskan semua ini kepada sangMajikan ku. Dan bepasrah kepadaNya…kuhanya bisa berdoa kepadaNya… sehingga semuanya bisa aku dapatkan dengan bermodalkan keterbatasan ku."


Mess AMQ, 3 Februari 2008


AGUS NURUL K




0 komentar: