Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Ludahnya Mega dijilat MEga... Haaha

Dengan api kebencian yang sangat membara Mega kembali berkoar tanpa sedikitpun memberikan solusi kongkrit yang bisa dicerna olah masyarakat. Yang ada hanya kebengisan pendapat terhadap lawan politiknya itu yang dikata dulu menusuk dari belakang (kaya pacaran.. so sweat..).

Entah apa yang beliau sekarang pikirkan?!
Tidak tahu diri kah...?
mega hanya bisa berkoar ta bermutu..!!
cuma kritikk-ritik basi.yang terucapnya...
tak ada karisma sedikitpun..
kini mega pun menjilat ludagnya mega...
inikah kata seorang calon Presiden..?

Kasihan ibu-ibu, penyet-penyet hanya untuk Rp 200 ribu. Mana harga dirimu? Apa arti Rp 200 ribu jika harus penyet-penyet,”

orang kaya mana mungkin bisa menghargai 200rb perak..??
ibu yang baik hati hati kalau bicara..! uang 200rb itu sangat berharga bagi mereka, ibu jangan bicara begtitu..! ibu telah melecehkan, 200rb itu sangat berharga bagi mereka..! mungkin bagi ibu itu tak ada harganya, sampai ibu menanyakan harga diri mereka..! ibu telah melecehkan mereka..!! maaf ya bu..! terus ibu kasih tahu tuh kader-kader ibu jangan cuma mengkritik berikan solusinya.. ya termasuk juga ibu..!

Ayo aku coba.. lom BLT itu dicabut menurut ibu solusi yang tepat apa..?
setahu ku, saampai saat ini ga ada solusi kkongkrit yang bisa dilaksanakan.

Bukankah saat ini tak cuma ikan yang pemerintah berikan, kailnya pun telah diberikan..?!
mega sekali lagi hanya bicara tanpa mutu,,,
dimana hatinya..? dengan gampang dia menanya arti 200rb kepada rakyat miskin..??
bukankah mereka sangat membutuhkan ????

kini mega pun mulai sadar tanpa malu menjilat ludahnya sendiri. Setelah kontrak politik kekonyolannya dicetuskan, sekarang dia bergerak melangkah malu mengintruksikan kepada kadernya untuk mengawasi penyaluran BLT yang menjadi senjata basi keritikannya itu tanpa sekali lagi “tanpa solusi kongkrit yang bisa diterima masyarakat”.

ah.. pusing emang...!!!!
pusiiiiiiing.....
maaaaaaaaaaaaaaf nya..

0 komentar: