Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Gelinya melihat kembali Prasasti Hidup..! hah

Dua puluh tahun kurang 172 hari umurku saat ku mulai membuka goresan prassati memori perjalanan panjang hidup. Banyak tinta yang telah tergoreskan dari titik sebagai satu dimensinya, garis dua dimensinya dan bangun sebagai tiga dimensinya.

Walau semua goresn tak terbantakhan ketika ada garis yang tak diinginkan
Jatuh bangun untuk mengendalikannya bahkan mungkin harus menghapusnya.

Dalam syair lantunan harmoni musisi semua seakan tertanda tergoreskan. selalu teringat bahkan mampu membuka prasasti itu ketika ku mendengarnya.

Kini ku coba sedikit merataulang kelurus-semberautan goresan itu
walau ada sedikit galau tuk kembali membukanya.

"malu aku malu..
pada semut merah..
yang berbaris di dinding menatap ku curiga..
seakan penuh tanya...
sedang apa disini..
menanti pacar jawabku”

ya...
Al fadlliyah lengkung akademis ku waktu itu, SSA bagian dari titik garis dan bangun kisah cinta ku.

Kini dia telah melangkah jauh beranakkan manusia sebagai kodrat seoran ibu.
Hah... terkenang sudah..!

“..........
coba bertanya pada laingit luas tak ada jawabnya..”

TTF adalah pelampiasan kekecewaan patahnya busur asmara itu ketika tak mampu menembus sang pujaan SSA,
emmm terlalu naif dulu tuk mengatakannya karena begitu banyak kebahagiaan yang kuharapkan dari sosok sebelumnya.
Dan kini mana ku tahu kabar sedikitpun darinya..

“yakinkan aku tuhan dia bukan milikku..”

almuttaqin, hah terlalu banyak goresan yang tercoret disini bahkan tak kuat ku mengungkap kembali semuanya. TK lah salah satu bagian dari nya.
Tapi tak sempat ku mengungkapkannya..

hah...

dan kini ketika 172 hari lagi 20 tahun umurku,
laltunan syair musisi sedang menggoreskannya kembali dalam prasasti itu..

“jangan pernah kau coba untuk berubah”

ya.. itu lah yang saat ini kuharapkan. Kini ku kembali mencoretkan tintanya AMJ adalah bagian yang tak luput darinya. Yang kini selalu menghadirkan teka-teki takdir Tuhan.. kadang ku dirasa senang, marah bahagia, suka daka.. semua terpadu dalam prosa seni kehidupan yang tersimpan rapi dalam prasati kehidupan ku itu.

Dan saat ini prasasti itu telah banyak tergoreskan coretan cerita
Semua kan terus terukir tanpa sedikitpun ada kata lelah bahkan sebuah titik tak mampuh menghentikannya

0 komentar: