Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

kalian mencerca ku kembali..!

0 komentar
AKTIVIS KOK SBY, ANEH "JANGAN MENGAKU SEORANG AKTIVIS! KALO ANDA MASIH MENDEWAKAN SESEORANG!"

gaeduli...!!!

kembali menguatka jatidiri dari busuk rayu kecut cercaan..!
biar waktu yang berkata..!
tak gentar sedikitpun..
takkan mundur sejengkalpun..!!

keluarkan semua caci-makian kalian..!!
keluarkan semua omongkosong kalian..!
bahakkan semua ketawa kalian..!

sekian kalinya orang berkata itu..!
luluhkan tekad itu..?
pengecutkan seorang agus..!!


ku terbiasa dengan ketidak sempurnaan,
apa yang bisa aku banggakan..?
aku hanya seorang anak kampung..
dari tasik pun butuh 4jam sampai kerumh..
kau hanya sebatang kara..!
ku terbanggakan dengan ketiadaah sosok seorang ayah,
yang selalu kalian pamerkan dihadapanku..!
kau seolah hendak mencarcikan aku..!!!
dengan kesombongan tahta citra diri sosok ayah kalian..!!!
kalian kejam...!
kalian kejam..!

aku selalu terhindarkan olah zona kenyamanan..

tapi aku punya mimpi..
ibu pun mengamini, ketika ku bergurau berkkata kepada beliau...
"anak mu ini, agus nurul komarudin calon bupati tasik," beliau mengamini..
dengan sejuta harapan diatas pundak kesebatangkaraan hidupku ini..

semoga tuhan membawa..
semoga tuhan menceran..

karena tuhanlah kebanggaan ku yang hakiki..!!
ALLAH aza wa jala...




read more

Manfaat Rumput laut (Seaweed)

0 komentar
TUGAS PAPER
MATA KULIAH OSEANOGRAFI BIOLOGI
“MANFAAT RUMPUT LAUT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA”

OLEH :
AGUS NURUL K.
IRFAN FUADY


K2D008005
K2D008041

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULATAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2009



BAB I
PENDAHULUAN
Rumput laut atau algae yang juga dikenal dengan nama seaweed merupakan bagian terbesar dari tanaman laut. Perairan laut Indonesia dengan garis pantai sekitar 81.000 km diyakini memiliki potensi rumput laut yang sangat tinggi. Tercatat sedikitnya ada 555 jenis rumput laut di perairan Indonesia, diantaranya ada 55 jenis yang diketahui mempunyai nilai ekonomis tinggi, diantaranya Eucheuma sp., Gracilaria sp. dan Gelidium sp. Sejak zaman dulu rumput laut telah digunakan manusia sebagai makanan dan obat-obatan.
Rumput laut biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Pulau Bali, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor oseanografi (fisika, kimia dan pergerakan atau dinamika laut) serta jenis substrat dasarnya. Untuk pertumbuhannya, rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya.
Seperti umumnya pada alga jenis lain, morfologi rumput laut jenis Glacilaria disebut thallus (jamak: thalli), yaitu tidak memiliki perbedaan nyata antara akar, batang dan daunnya. Perkembangbiakannya dilakukan dengan 2 cara yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta tidak kawin melalui vegetatif, konjugatif dan penyebaran spora yang terdapat pada kantong spora (carporspora, cystocarp).
Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas (othmer, 1986 ; Anomin, 1977) yaitu : Rhodophyceae (ganggang merah), Phaeophyceae (ganggang cokelat), Chlorophyceae (ganggang hijau), Cyanophyceae (ganggang biru hijau). Beberapa jenis rumput yang bernilai ekonomi sejak dulu sudah diperdagangkan yaitu Eucheuma sp., Hynea sp., Gracillaria sp., dan Gelidium sp., dari kelas Rhodophyceae serta Sargassum sp., dari kelas Phaeophyceae.
(Rumputlaut.org)


BAB II
MANFAAT RUMPUT LAUT
.
Indonesia dikenal negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Sebagai negara dengan luas wilayah laut lebih dari 70 %, salah satu kekayaan alam yang bisa kita manfaatkan adalah sumber hayati. Selain ikan, alternatif hasil laut yang bisa diolah adalah rumput laut.
Rumput laut termasuk dalam anggota alga (tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun). Tumbuhan yang hidup diperairan dangkal dan menempel pada karang yang mati ini dibagi kedalam 4 kelas besar, yaitu Rhodophyceae (alga merah), Phaeophyceae (alga cokelat), Chlorophyceae (alga hijau), dan Cyanophyceae (alga biru hijau).
Manfaat rumput laut berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Seram, Bali, Lombok, Kepulauan Riau dan Pulau Seribu diketahui 18 jenis dimanfaatkan sebagai makanan dan 56 jenis sebagai makanan dan obat tradisional oleh masyarakat pesisir
Rumput laut banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Contohnya yaitu alga cokelat, yang digunakan untuk bahan baku es krim, pengolahan tekstil, pabrik farmasi, semir sepatu, dan pabrik cat. Alga merah untuk bahan baku industri makanan, farmasi, penyamakan kulit, dan pembuatan bir.
Selain itu, rumput laut dapat juga digunakan sebagai bahan untuk pupuk tanaman, campuran makanan ternak, dan juga bahan baku kosmetika.
Rumput laut diketahui kaya akan nutrisi esensial, seperti enzim, asam nukleat, asam amino, mineral, trace elements, dan vitamin A,B,C,D,E dan K. Karena kandungan gizinya yang tinggi, rumput laut mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf. Selain itu, rumput laut juga bisa meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.
Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di negara tersebut. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik. Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini.
Semua rumput laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases. Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya.
(korannias.wordpress.com)



BAB III
PENUTUP
Rumput laut atau seaweed memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam bidang farmasi,produk makanan,tekstil,dan berbagai manfaat lainnya.
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keberlimpahan pada sumberdaya alam (mega biodiversity). Diantara sekian banyak sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan adalah rumput laut.Masyarakat Indonesia sudah sekian lama memanfaatkan rumput laut sebagai produk makanan,obat-obatan,tekstil,,namun selama ini dirasakan belum maksimal dilihat dari kuantitas dan kualitas yang dihasilkan,mengingat luasnya laut Indonesia,yaitu sekitar 70% dari luas Negara.Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan agar potensi rumput laut dapat maksimal dalam pemanfaatannya,karena selain dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,hasil ekspor dari komoditas rumput laut dapat menjadi tambahan devisa bagi Negara.
Selain itu,menurut beberapa ahli pangan dunia,di masa depan dunia akan memasuki era sulitnya mendapatkan bahan pangan pokok mengingat semakin bertambahnya jumlah penduduk dunia,dan semakin sempitnya lahan pertanian.Rumput laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan alternatif dunia agar terhindar dari krisis bahan pangan di masa mendatang.
Pemanfaatan Rumput Laut Secara Umum adalah :
1.    Makanan dan susu (Ice cream, yoghurt, waper krim, cokelat susu, pudding instant)
2.    Minuman (Minuman ringan, jus buah, bir)
3.    Roti
4.    Permen
5.    Daging ikan dalam kaleng
6.    Saus, salad dressing, kecap
7.    Makanan diet (Jelly, jam, sirup, puding)
8.    Makanan bayi
9.    Non pangan (Makanan hewan, makanan ikan, cat, keramik, tekstil, kertas)
10.    Farmasi dan kosmetik (Pasta gigi, shampoo, obat tablet, bahan cetak gigi, obat salep)

read more
1 komentar
LAPORAN
PRAKTIKUM PLANKTONOLOGI
“IDENTIFIKSI PITOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON”

OLEH :
AGUS NURUL K.

K2D008005

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULATAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2009



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia sebagi Negara kepulauan yang memiliki indeks keanekaragaman yang sangat tinggi pada dasarnya memiliki peran penting dalam upaya peningkatan tarap hidup rakyat indonesai. Namun sampai saat ini potensi tersebut belum bisa sepenuhnya dirasakan dikarenakan tidak dalanya kesinambunagn atara keberlimpahan sumberdaya alam yang dimiliki dengan sumberdaya manusi yang bisa menciptakan terobosan baru baik pada bidang kesehatah, pangan, industry, maupun energy.
Meskipun dilaut terdapat kehidupan yang sangat beragam, tetapi bisanya biota laut hanya dikelompokkan kedalam tiga kategori utama yakni: plankton, nekton, dan bentos. Pengelompokkan ini tidak ada kaitanya dengan jenis menurut klasifikasi ilmiah ,ukuran atau mereka tumbuh-tumbuhan dan hewan, tetapi hanya didasarkan pada kebiasaan hidup mereka secara umum.
Plankton adalah biota yang hidup mengapung, menghanyut berenang sangat lemah. plankton terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Holoplankton adalah organism akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik.
Romimohtarto dan Juwana (1999) menyatakan bahwa plankton merupakan biota di laut yang teramat beranekaragam dan terpadat di laut, menyusul kemudian benthos. Banyak biota laut yang di alam daur hidupnya menempuh lebih dari satu cara hidup. Pada saat mereka menjadi larva atau juwana (juvenil), mereka hidup sebagai plankton.
Plankton mempunyai peranan yang sangat penting di dalam ekosistem bahari. Salah satunya yaitu fitoplankton yang berperan sebagai produsen primer yang dapat mensuplai kebutuhan zat organik di laut, dan zooplankton yang berfungsi sebagai konsumen primer yang menghubungkan produser primer dengan tingkat pakan yang lebih tinggi yaitu hewan-hewan besar (Arinardi, dkk, 1997)
Masih banyak manfaat plankton selain yang disebutkan di atas antara lain sebagai penangan limbah , sebagai bahan makanan, sebagai indeks kesuburan, dll. Selain bermanfaat plankton juga dapat merugikan baik bagi manusia maupun bagi biota lainnya, misalnya adanya red tide oleh beberapa jenis plankton yang sangat membahayakan.
Oleh karena beragamnya jenis planton baik fitoplankton maupun zooplankton, perlu dipelajari berbagai jenis plankton pada berbagai macam perairan atau habitatnya.

1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan diadakannya praktikum pada mata kuliah Planktonologi serta dengan menyusun laporan hasil praktikum diharapkan mahasiswa Ilmu Kelautan mampu :
- Mengetahui ciri-ciri dari beberapa jenis plankton sehingga dapat membedakan antara fitoplankton dan zooplankton.

- Dapat mengidentifikasi berdasarkan ciri-ciri jenis plankton (fitoplankton ataupun zooplankton).
- Dapat mengetahui bagaimana metode yang digunakan untuk mengidentifikasi plankton dengan menggunakan mikroskop.

- Mengetahui klasifikasi dan taksonomi dari fitoplankton maupun zooplankton.


BAB II
MATERI DAN METODE

2.1 Materi
Bahan yang dibutukan pada praktikum identifikasi pitoplankton dan zooplankton pada matakuliah planktonologi adalah sempel plankton yang telah diawetkan.
2.2. Metode
Kemudian disamping praktikan menyediakan bahan atau sempel plankton, dibutukan pula alat untuk melakukan praktikum pada matakuliah planktonologi ini, adalah :
1. Sarung tangan
2. Masker
3. Tissue
4. kertas folio
5. alat tulis
6. Mikroskop
7. Kaca Preparat
8. Buku Identifikasi
9. Pipet Tetes
10. Gelas Beker
11. Deagles
12. Aquades





2.3. Nama dan kegunaan
No Nama Kegunaan
1 Sempel plankton Bahan yang digunakand alam identifikasi pitoplnktond an zooplankton.
2 Aquades
Aquades adalah larutan yang digunakan untuk mencuci dari kaca preparat yang sudah digunakan untuk mengidentifikasi plankton.

3 Sarung Tangan Melindungi bagian tangan dari zat yang membahayakan kulit.

4 Masker

Melindungi bagian hidung mengurangi bau dari sempel.
5 Gelas beker

Tempat untuk menaruh sampel plankton yang akan dijadikan sebagai bahan praktikum.

6



Tissue
Tissue digunakan sebagai bahan untuk mengeringkan atau membersihkan kaca preparat yang sudah dicuci dengan aquades
7 kertas folio
Merupakan sarana untuk memenuhi dari praktikum ini yaitu untuk membuat laporan sementara dari hasil praktikum planktonologi

8 alat tulis
Merupakan alat yang digunakan untuk menunjang lancarnya dan rapinya dari pembuatan laporan sementara dari praktikum planktonologi.
9 Mikroskop
Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri untuk mengidentifikasi dari sampel plankton yang telah ditaruh dikaca preparat dengan dilapisi deagles.



10

Kaca Preparat
Merupakan tempat ditaruhnya sampel plankton yang telah diambil dengan menggunakan pipet tetes,yang kemudian sampel tersebut diteteskan diatasnya yang kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop.

11 Buku Identifikasi
Merupakan media untuk menentukan dari jenis plankton yang sudah ditemukan dengan mikroskop.

12 Pipet Tetes
merupakan alat yang digunakan untuk mengambil sampel dari plankton yang terdapat dalam gelas beker,dan kemudian diteteskan keatas kaca preparat.

13 Deagles
Untuk mempermudah dalam proses pengamatan sampel,dan untuk menekan sampel tersebut agar tidak tercecer kesekitar kaca preparat.

2.3. Pelaksanaan Praktikum
Praktikum Identifikasi phytoplankton dilakukan pada
Hari, tanggal : Senin, 4 Mei 2009
Waktu : 13.20 - 15.30
Tempat : Laboratorium Ilmu Kelautan UNDIP Tembalang.
Dan praktikum identifikasi zooplankton dilaksanakan pada
Hari, tanggal : Senin, 25 Mei 2009
Waktu : 15.30 - 16.30
Tempat : Laboratorium Ilmu Kelautan UNDIP Tembalang.

Terdapat beberapa langkah prosedur yang haus praktikan lakukan dalam melaksanakan praktikum identifikasi plankton pada matakuliah Planktonoligi. Prosedur tersebut adalah :
2.3.1 Proses Pengolahan Sampel
a. Prosedur Pengambilan Sampel
Pengambilan sempel bisanya dengan menggunakan “plankton nets” atau jaring plankton. Plankton nets ini dibagi kedalam beberapa bentuk atau model, tetapi pada dasarnya semua tersusun atas kerucut yang panjang sebagai mata jala yang halus. Dengan mulut jaring biasanya berdiameter antara 50 - 100 cm dan terbuka bagian atasnya oleh lingkaran logam yang kuat untuk mengikatkan tiga kali kekang (Tait, 1981).
Mata jaring pada plankton nets terbuat dari kain yang digunakan untuk menyaring berbagai ukuran butir terigu (Bolting Silk Cloth) atau nilon. Bolting silk ini terbuat dari benang sutera halus yang mata jaringnya dirancang untuk tidak mudah berubah. Jaring berfungsi untuk menyaring air serta plankton yang berada di dalamnya. Oleh karena plankton yang tertangkap sangat tergantung pada ukuran mata jaring, maka ukuran mata jaring yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis atau ukuran plankton yang diamati. Biasanya jarng yang digunakan untuk mengambil zooplankton diameternya lebih besar/nomor jaringnya lebih kecil, sedangkan fitoplankton digunakan jaring dengan diameter yang lebih kecil/nomor jaringnya besar. Karena semakin besar nomor jaring diameternya semakin kecil. (Arinardi, dkk, 1997).
Setelah plankton disaring dengan jaring bucket atau penampungnya dikeluarkan dan segera dimasukkan dalam botol untuk diawetkan. Bahan pengawet yang digunakan biasanya formalin 4 % (hasil pengenceran formalinn 40 % dengan air). Kemudian botol tersebut diberi label yang bertuliskan: nomor stasiun, tanggal dan waktu pengambilan, posisi stasiun, metode pengambilan, kedalaman, dan lain-lain untuk menghindarkan dari kekeliruan (Arinardi, dkk, 1997).
Cara pengambilan sampel plankton juga sangat bervariasi tergantung tujuan yang diinginkan. Biasanya metode sampling yang digunakan antara lain: mendatar (horizontal),menegak (vertikal), miring (oblique). (Arinardi, dkk, 1997)
Teknik pengambilan dengan botol dan jarring. jaring yang akan digunakan untuk pengambilan sampel fitoplankton berukuran 20 µm dan untuk ukuran dari jaring zooplankton 150-300µm pengukuran air tersaring pada metode penarikan jarring plankton dilakukan dengan flowmeter.
b. Prosedur Pengamatan Plankton
Setelah dikalukan pengambilan sempel plankton dan pengawetan dengan menggunakan formalin dengan kadar konsentrsi sekitar 4%, lankah selanjutnya dalah sempel plankton yang telah diawetkan tersebut diuangkan ke dalam glas beker. Kemudian diamkan beberapa saat untuk mengendapkan kotoran yang tersisa didalam larutan sempel tersebut. Kemudian dengan menggunankan pipet tetes, ambil sempel lalu tuangkan kedala kaca preparat sebanyak satu tetes hindari terbentuknya gelembung pada kaca preparat tersebut untuk mempermudah langkah identifikasi di bawah mikroskop. Selanjutnya letakan kaca preparat yang berisi sempel plankton tersebut letakan di bawah mikroskop. Atur pencahayaan dan pembesaran pada mikroskop. Lankah selanjutnya dalah mengidentifikasian sempel plankton dengan menggunakan refferensi buku dentifikasi yang sudah disediakan.

2.3.2 Proses Identifikasi Sampel
Pada proses identifikasi langkah yang dilakukan antaralain dengan meletakan kaca preparat yang telah terisi sempel plankton pada panel yang tersedia dibawah kaca pembesar mikroskop. Ataur pencahayaan dengan menekan panel on/off yang terdapat dibagian samping kiri mikroskop. Selanjutnya adalah mengatur skala pembesaran pada skala 100x. atur focus pembesaran mikroskop dengan mengeser pelan panel pengatur halus dan kasar mikroskop. Geser pelan kaca preparat dengan memutar arah panel pada mikroskop untuk menemukan sempel plankton. Setelah sempel ditemukan, atur ulang focus pembesaran untuk mendapatkan gambar sempel plankton yang lebih jelas. Barulah proses identifikasi dimulian dengan meggambarkan sempel plankton yang terlihat pada kertas polio dan menggunakan buku refferensi identifikasi plankton.

2.3.3 Media Identifikasi
Media yang dibutuhkan dalam proses identifikasi plankton hasil pengamatan sempel dibawah mikroskop adalah buku indentifikasi sebagai bahan refferensi. Terdapat banyak buku yang memuat tentang identifikasi plankton salah satunya yang praktikan pakai pada praktikum ini adalah buku karangan (Bakken, 1992) dengan judul buku BIOLOGI LAUT. Dengan menggunakan buku refferensi ini akan mempermudah proses identifikasi sempel baik pitoplankton maupun zooplankton yang ditemukan pada saat pengamatan sempel.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
Setelah melakukan pengamatan sempel plankton pada praktikum matakuliah planktonologi didapat hasil sebagai berikut:
Tabel Jenis Fitoplankton
No Jenis Fitoplankton Taksonominya
1 Nitzchia
Kingdom : Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Nitzchiales
Family : Nitchiaceae
Genus : Nitchia
Spesies : Nitchia sp (Nybakken,1992)
2 Tetraselmis Sp.
Kingdom :Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Prasinophyceae
Ordo : Pyraminonadales
Genus : Tetraselmis Sp.
(Nybakken,1992)
3 Chlorella

Kingdom :Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Family : Chlorolacea
Genus : Chlorella
(Nybakken,1992)
4 Cosenodiscus
Kingdom :Plantae
Divisi :Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo :Coscinodiscales
Family : Coscinodisceae
Genus : Coscinodiscus
Spesies : Coscinodiscus gron
(Nybakken,1992)
5 keletonem Contatum
Kingdom : Plantae
Divisi : Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Bacillariales
Genus : Skeletonem
Spesies : Skeletonem Contatum
(Nybakken,1992)
6 Spirulina
Kingdom : Plantae
Divisi : Cyanophyta
Kelas : Chianophyceae
Ordo : Nostocales
Family : Oscilatoriaceae
Genus : Spirulina

7 Navicula
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Family :Bacillariaceae
Genus :Navicula
Spesies :Navicula sp
(Nybakken,1992)
8 Pleurasigma sp
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas :Bacillariophyceae
Ordo :Rhizosalencales
Family : Rhizosalenceae
Genus : Rhizosalenia
Spesies :Pleurosigma sp
(Nybakken,1992)
9 Chaetoceros
Kingdom : Plntae
Divisi : Bachillariophyta
Kelas : Bachillariophyceae
Ordo : Bacialliares
Famili : Chaetoceraceae
Genus : Chaetoceros
(Nybakken,1992)

10
Sceletoceros digymus

Kingdom : Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Chrysophyceae
Ordo : Pennales
Genus : Sceletonema
Spesies : Sceletoceros digymus
(Nybakken,1992)
11 Chaetoceras
Kingdom :Plantae
Divisi : chrysophita
Kelas : Bacillaryophiceae
Ordo : Centrales
Family : Chaetocerotaceae
Genus : Chaetoceros
Spesies : Chaetoceros atlanticus, Chaetoceros discaeta
(Nybakken,1992)
12 Phaedactylum tricornutum
Kingdom : Plantae
Divisi :Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Bacillariales
Family : Cymbaellaceae
Genus : Phaedactylum
Spesies : Phaedactylum tricornutum
(Nybakken,1992)
13 Alexandrum Sp.
Kingdom : Plantae
Divisi :Dinoflagellata
Kelas : Dinoficeae
Ordo : Gonyaularaes
Genus : Alexandrum
Spesies : Alexandrum Sp.
(Nybakken,1992)
14 Thalassiothrix
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Chrysophyceae
Ordo : Chrysophycales
Family :Thalasioceae
Genus : Thalasiosira
Spesies : Thalasiothrix sp
(Nybakken,1992)
15 Bachionus plicailis
Kingdom : Plantae
Divisi :Trochellinthes
Kelas : Rotatiera
Ordo : Monogonama
Genus : Ploima
Spesies : Bachionus plicailis
(Nybakken,1992)


Tabel Jenis Zooplankton
No Jenis Zooplankton Taksonominya
1 Artemia
Phylum : Animalia
Class : Athoropoda
Ordo : Anostracia
Family : Anemide
Genus : Artemia
(Wikipedia Indonesia)
2. Acartia Tonsa
Phylum : Arthropoda
Class : Maxxilopoda
Ordo : Calanoida
Family : Acartiidae
Genus : Acartia
(Wikipedia Indonesia)

3 Bivalvia
Phylum : Moluska
Class : Bivalvia
Ordo : Nuculoida
Family : Nuculoidae
Genus :
(Wikipedia Indonesia)

4 Penilia

Phylum : Arthropoda
Class : Branchiopoda
Ordo : Phyllopoda
Family : Sididae
Genus : Penilia
Spesies : Penilia Avirostris
(Wikipedia Indonesia)
5 Callanus
Phylum : Arthophoda
Class : Crustacea
Ordo : Calaneida
Family : Capepoda
Genus : Callanus
Spesies : Callanus sp
(Wikipedia Indonesia)
7 Acetes sp
Kingdom : Animalia
Divisi : Arthtropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Amphipoda
Family : Amphipodaceae
Genus : Acetes sp
Spesies : Acetes sp
(Wikipedia Indonesia)
8 Melanoides sp
Phylum : Moluska
Class : Gastropoda
Ordo : Neotaenioglossa
Family : Thiaridae
Genus : Melanoides
Spesies : Melanoides sp
(Wikipedia Indonesia)
9 Acartia
Phylum : Arthropoda
Class : Crustacea
Ordo : Copepoda
Family : Acartiidae
Genus : Acartia
Spesies : Acartia
(Wikipedia Indonesia)
10 Balanus Amphitrite
Phylum : Arthropoda
Class : Maxillopoda
Ordo : Sessilia
Family : Balanidae
Genus : Balanus Da Costa
Spesies : Balanus Amphitrite
(Wikipedia Indonesia)
15 Oikopleura sp
Phylum : Chordata
Class : Appendicularia
Ordo : Copelata
Family : Oikopleuridae
Genus : Oikopleura
Spesies : Oikopleura sp
(Wikipedia Indonesia)

3.2. Pembahasan
3.2.1. Phytoplankton
Fitoplankton atau plankton nabati adalah plankton tumbuhan yang berukuran microscopis, yang hidup dengan pergerakan yang lemah dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan arus sekecil sekalipun. Jenis plankton ini dapat berfotosintesis dan merupakan pemasok energi terbesar dalam ekosistem laut dan juga berperan sebagai produser primer dalam jaring – jaring makanan . Pada umumnya fitoplankton di laut didomonasi oleh diatom ( bacillariophiceae ), diniflagellata, coccolithophore dan criptomonads, namun yang sering terjaring adalah diatom dan diniflagellata sebab mempunyai ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan fitoplankton yang lain.
Pertumbuhan fitoplankton sangat tergentung pada kondisi perairan, sinar matahari dan kandungan nutrient yang ada di perairan itu. Karena sinar matahari umumnya selalu tersedia di daerah tropis seperti Indonesia, maka pada perairan dengan kandungan nutrient tinggi dapat mengakibatkan terjadinya ledakan pertumbuhan fitiplankton atau sering disebut dengan bloming ftoplankton. Secara alami kepadatan fitoplankton dapat dikontrol oleh organisma yang memakan fitoplankton seperti zooplankton; kompetisi antar sesama alga; dan bisa punah akibat kehadiran parasit seperti: protozoa, kapang, bakteri atau virus.
Meskipun fitoplankton membentuk sejumlah besar biomassa di laut, kelompok ini hanya diwakili oleh beberapa filum saja yaitu Chrysophyta (alga kuning hijau), yang meliputi Diatom dan Kokolitofor (Cocolithophore), alga biru hijau (Cyanophyta), alga coklat (Phaeophyta) dan satu kelompok besar dari Dinoflagellata (Pyrophyta).
Di sini kelas Diatom (Bacillariophyceae) dan Dinoflagellata (Dinophyceae) merupakan anggota utama fitoplankton yang terdapat di seluruh perairan laut, baik perairan pantai maupun perairan oseanik, sedangkan Kokolitofor (Haptophyceae) lebih sering hidup di perairan oseanik, Crytomonad (Cryptophyceae) di perairan pantai dan gangang hijau (Chlorophyceae) sering melimpah di perairan tropis. Ganggang lain (termasuk Silicoflagellata, Prasinomonad, Euglenoid, dan Chloromonad) kadang-kadang sangat banyak di pantai. (Arinardi, dkk, 1997).
Jenis pitoplankton yang ditemaukan pada saat praktikum identifikasi adalah sebagai berikut dengan karakteristik dan klasifikasinya.
1. Nitzchia
Nitzchia
Kingdom : Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Nitzchiales
Family : Nitchiaceae
Genus : Nitchia
Spesies : Nitchia sp (Nybakken,1992)
Karakteristik
• celah raphe memiliki barisan pori – pori bulat yang mencolok
• valve memiliki sayap luar dan berlunas
• valve tidak punya central nodule sejati
• raphe dan valve tidak sigmoid
• kedua valve mempunyai raphe sejati

(Hutabarat,1985)

2. Tetraselmis Sp.
Tetraselmis Sp.
Kingdom :Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Prasinophyceae
Ordo : Pyraminonadales
Genus : Tetraselmis Sp.
(Nybakken,1992)
Karakteristik
• Alga bersel tunggal, mempunyai empat buah flagella berwarna hijau
• Ukuran sel sekitar 7-12 mikron
• Klorofil merupakan figmen yang dominan sehingga ala ini berwarna hijau.
• Berkembangbiak cara aseksual dengan pembelahan sel, dan secara seksual dengan penyatuankloroflas dari gamet jantandan gamet betina.

(Hutabarat,1985)

3. Chlorella
Chlorella
Kingdom :Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Family : Chlorolacea
Genus : Chlorella
(Nybakken,1992)

Karakteristik
• Bentuk sel bulat atau bulat telur.
• Merupakan alga bersel tunggal.
• Bersufat komposit sehingga dapat hidup dimana mana.
• Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel. Ada juga yang dengan pemisahan autospora dari induknya, diawali dengan pertumbuhan sel yangs angat besar.
(Hutabarat,1985)

4. Coscinodiscus gron
Cosenodiscus
Kingdom :Plantae
Divisi :Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo :Coscinodiscales
Family : Coscinodisceae
Genus : Coscinodiscus
Spesies : Coscinodiscus gron
(Nybakken,1992)



5. Skeletonem Contatum
keletonem Contatum
Kingdom : Plantae
Divisi : Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Bacillariales
Genus : Skeletonem
Spesies : Skeletonem Contatum
(Nybakken,1992)
Karakteristik
• Teramasuk diatom merupakan alaga yang bersel tunggal.
• Dapat membentuk untaian rantai yang terdiri dari beberapa sel
• Sel berbentuk kotak dengan bagian atasnya merupakan epiteka dan bagian bawahnya hipoteka. Bagian hipotekamemiliki lubang lubang yang berbentuk khusus.
(Hutabarat,1985)

6. Spirulina
Spirulina
Kingdom : Plantae
Divisi : Cyanophyta
Kelas : Chianophyceae
Ordo : Nostocales
Family : Oscilatoriaceae
Genus : Spirulina

Karakteristik
• Berwarna hijau kebiruan.
• Selnya berkoloni membentuk filament terpilin menyerupai spiral.
• Selnya berbentuk silindris dengan dinding sel tipis.
(Hutabarat,1985)

7. Navicula sp
Navicula
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Family :Bacillariaceae
Genus :Navicula
Spesies :Navicula sp
(Nybakken,1992)

Ganggang ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Kersik merupakan komponen penting dalam plankton. Navicula sp hidup di air tawar dan di laut.
Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe.
Perkembangbiakan Navicula sp:
• Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri. Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian. Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup. Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru. Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya. Peristiwa ini berlangsung berulang kali.
• Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru.
(Wikipedia Indonesia)

8. Rhizosalenia
Pleurasigma sp
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas :Bacillariophyceae
Ordo :Rhizosalencales
Family : Rhizosalenceae
Genus : Rhizosalenia
Spesies :Pleurosigma sp
(Nybakken,1992)
Cirri ciri
• Merupakan diatom besar.
• ada dalam bentuk aciform dengan kuat silicic shell.
• Merupakan phytoplankton berSel yang tunggal.
• Mereka memiliki bentuk panjang tipis sticks, di sepanjang lintas bagian. Mereka bervariasi diameter 3-50 μ, biasanya 5-12 μ.
• Panjang (tinggi) dari sel-sel kecil dari diameter mencapai 1000 μ, orang-orang besar diameter bervariasi dari 238-417 μ.
(Hutabarat,1985)




9. Chaetoceros
Chaetoceros
Kingdom : Plntae
Divisi : Bachillariophyta
Kelas : Bachillariophyceae
Ordo : Bacialliares
Famili : Chaetoceraceae
Genus : Chaetoceros
(Nybakken,1992)
Karakteristik
• Ada yang berbentuk bulat ada pula yang berbentuk segi empat.
• Toleran terhadap suhu air yang tinggi.
• Berreproduksi secara seksual dan secara aseksual.
• Dinding sel terdiri dari silica.

(Hutabarat,1985)

10. Sceletoceros digymus

Sceletoceros digymus

Kingdom : Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Chrysophyceae
Ordo : Pennales
Genus : Sceletonema
Spesies : Sceletoceros digymus
(Nybakken,1992)
Karakteristrik
Kelompok ini mempakan algae uniseluler yang memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosintesisnya. Sel diatomnya mempunyai kemampuan menghasilkan skeleton ekstemal silika (frustule). Bentuknya seperti kotak dengan cytoplasma yang memenuhi isi sel. Pada sel tersebut terdapat katup besar yang menutup katup yang lebih kecil. Bentuk katupnya sangat bervariasi, ada yang sirkulasi, eliptical, polygonal, kubus, segitiga atau tidak beraturan.
Reproduksinya adalah dengan pembelahan sel, yaitu protoplasma terbagi menjadi dua bagian yang disebut epitheca dan hypotheca. Masing-masing bagian dari protoplasma tersebut membentuk epitheca dan hypotheca baru. Dari pembelahan sel tersebut akan dihasilkan 2 sel yang ukurannya lebih kecil daripada sel
(hobiikan.blogspot.com)

11. Chaetoceros
Chaetoceras atlanticus
Kingdom :Plantae
Divisi : chrysophita
Kelas : Bacillaryophiceae
Ordo : Centrales
Family : Chaetocerotaceae
Genus : Chaetoceros
Spesies : Chaetoceros atlanticus, Chaetoceros discaeta
(Nybakken,1992)


12. Phaedactylum tricornutum
Phaedactylum tricornutum
Kingdom : Plantae
Divisi :Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Bacillariales
Family : Cymbaellaceae
Genus : Phaedactylum
Spesies : Phaedactylum tricornutum
(Nybakken,1992)
Karakteristik
• Berwarna coklat keemasan.
• Merupakan planktonebrseltunggal.
• Dinding sel terbuat dari silica.
• Memiliki bentuk yang bermacam macam
• Hidup di perairan yang bersuhu 90 – 250 C
• Berkembang biak dengan cara memberlah diri dengan proses sporalis.

(Hutabarat,1985)

13. Alexandrum Sp.
Alexandrum Sp.
Kingdom : Plantae
Divisi :Dinoflagellata
Kelas : Dinoficeae
Ordo : Gonyaularaes
Genus : Alexandrum
Spesies : Alexandrum Sp.
(Nybakken,1992)



14. Thalasiothrix sp
Thalassiothrix
Kingdom :Plantae
Divisi : Chrysophyta
Kelas : Chrysophyceae
Ordo : Chrysophycales
Family :Thalasioceae
Genus : Thalasiosira
Spesies : Thalasiothrix sp
(Nybakken,1992)

15. Bachionus plicailis
Bachionus plicailis
Kingdom : Plantae
Divisi :Trochellinthes
Kelas : Rotatiera
Ordo : Monogonama
Genus : Ploima
Spesies : Bachionus plicailis
(Nybakken,1992)

3.2.1.1. Phytoplankton sebagai produktivitas primer
Karena phytoplankton hidup terlebih dahulu di dunia ini, maka plankton ini dapat disebut betul-betul produsen yang primer. Produsen berarti “membuat”, dan dalam hal ini membuat bahan organic dari bahan anorganic (garam-garam dalam perairan), melalui fotosintesis. suatu proses fisiokimiawi dalam sel hidup, dengan bantuan klorofil dan menggunakan air (H2O), CO2 dan sinar matahari dalam bentuk energi kinetik bergelombang 0,4-0,8 mikron. Resultan proses ini digambarkan dalam persamaan:
H2O + CO2 + sinar matahari klorofil karbohidrat + O2
Menurut Le Gal (1988), produktivitas primer adalah suatu aktivitas biologi yang berkaitan dengandinamika fiksasinilai CO2 menjadi materi organic. Menurut Treguer (1986), produktivitas primer adalah suatu sintesis autotropik dari meteri organic, khususnya phytoplankton bagi daerah lautan.
Phytoplankton jika sudah ada, memang dapat hidup sendiri, artinya bisa hidup hanya dengan sinar matahari dan garam-garam yang dibutuhkan, dan bila garam-garam ini cukup banyak maka phytoplankton-cell berkembang biak cepat, dan merupakan makanan bagi zooplankton yang hidup sebagai primairy-consumer, yang artinya konsumen yang hidup terdahulu dan makan langsung produsen primer.

3.2.2. Zooplankton
Zooplankton adalah plankton yang terdiri dari binatang-binatang atau binatang-binatang yang hidup sebagai plankton. Zooplankton bersifat heterotropik (Rohmimohtarto, 1984). Sedangkan zooplankton secara umum adalah :
a. Zooplankton beranggotakan berbagai group termasuk didalamnya semua phyla fauna.
b. Zooplankton mempunyai berbagai sifat herbivora, carnivora, parasit atau symbionts.
c. Zooplankton memainkan peranan penting di lautan sebagai transfer energy dari produser primer ke ikan atau berbagai nekton yang lain.

Dilihat dari keragaman jenisnya, holoplankton karang beragam dibandingkan dengan meroplankton. Berbagai jenis larva dari berbagai biota di laut adalah meroplankton, larva-larva tersebut hampir mewakili semua jenis biota yang ada di laut, beberapa diantara adalah larva ikan yang disebut sebagai ichtyoplankton, larva dari Echinodermata, Polichaeta, larva udang Penaeid, larva Coelonterata dan beberapa larva lainnya. Larva-larva tersebut menghabiskan sebagian atau masa hidup biota tersebut secara keseluruhan (Nybakken, 1991).
Dari biota-biota diatas yang telah disebutkan, adapun ciri-cirinya dari :
a. Ichtyoplankton, yaitu :
 Larva-larva pada tingkat permulaan masih mempunyai kantung telur (yolk sacs).
 Larva-larva ikan tingkat tinggi mulai menunjukkan sifat-sifat dari ikan.
b. Larva Echinodermata, yaitu :
 Pada Asteroida, tangan-tangan yang sedang tumbuh dapat dilihat. Mereka tidak kaku.
 Pada Holothuria, hewan ini mempunyai bentuk yang khas. Panjang bisa mencapai 1 mm.
 Pada Ophiuorida, tangan-tangan mempunyai rangka yang membuat mereka ini menjadi kaku. Larva tingkat terakhir mempunyai tangan-tangan yang panjangnya bisa mencapai beberapa milimeter. Panjang berkisar antara 200-400 u.
 Pada Echinoida, bentuk tubuh sangat mirip dengan Ophiopluteus. Panjang berkisar antara 200-400 u atau lebih.
 Pada Crinoida, larva mempunyai bentuk seperti tong yang agak mirip dengan trochophore larva. Tubuh larva ini biasanya dikelilingi oleh beberapa berkas rambut getar (cilia).
c. Larva Polichaeta, yaitu :
 Larva tingkat permulaan adalah trocophore.
 Larva tingkat terakhir mempunyai ciri-ciri tubuh beruas-ruas, tubuh ditutupi oleh bulu-bulu yang khas, panjang berkisar antar 750 m sampai 3 mm.
d. Larva Coelonterata, yaitu :
 Pada Actinula larvae, ketika diawetkan berwarna kekuning-kuningan dan kabur. Ukuran diameter yang melintas tentakel biasanya berukuran 1-3 mm.
 Pada Ephyra larvae, bentuknya khas. Ukuran diameter sekitar 1-2 mm.
(Hutabarat & Evans, 1986)

Holoplankton diperairan diwakili oleh biota dari filum Protozoa, udang-udang kecil dari Euphaceae, dan beberapa marga lain dari Crustacea diantaranya Ostracoda dan Copepoda. Protozoa yang mendominasi di lautan ialah Foraminifera dan Radiolaria. Hal ini dapat dilihat pada dasar-dasar lautan dan batuan dengan adanya cangkang kalium karbonat yang berasal dari sekresi Foraminifora (Nybakken, 1991).
Kelompok biota lain yang paling mendominasi holoplankton adalah Copepoda dari kelas Crustracea disamping udang-udang kecil seperti Lucifer, Acetes, dan Euphausiid, biota kecil dari Ostacoda, Mystocarida dan Branchiopoda. Berbagai genus dari Copepoda banyak ditemukan di perairan mulai dari perairan dangkal sampai medium (Nybakken, 1991).
Secara umum di laut banyak dijumpai zooplankton kelas Crustacea. Adapun kelas Crustacea terbagi menjadi 8 ordo, yaitu :
a. Cladocera
b. Ostracoda
c. Copepoda
d. Cumacea
e. Sergestidae
f. Mysidacea
g. Amphipoda
h. Euphausida
(Hutabarat & Evans, 1986)

Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan ordo Copepoda lebih banyak dijumpai di laut. Sifat-sifat umum dari ordo ini adalah :
a. Ruas-ruas tampak jelas yang terbagi menjadi dua bagian utama yaitu metasome dan urosome. Metasome biasanya tampak lebih lebar daripada urosome.
b. Metasome terdiri dari 5 ruas.
c. Urosome biasanya mempunyai ruas yang berjumlah antara satu sampai lima.
d. Pada ruas pertama urosome terdapat lubang kemaluan dan pada ruas terakhir terdapat anus.
e. Ruas terakhir mempunyai penonjolan yang bercabang dua yang dinamakan furcal rami. Pada masing-masing cabang terdapat bulu-bulu (setae).
f. Ordo Copepoda ada 4 subordo, yaitu : Monstrilloida, Harpacticoida, Cyclopoida dan Calanoida.
(Hutabarat & Evans, 1986)

Klasfikasi dari ordo copeoda berikut beberapa contoh genus yang umum dijumpai, beserta karakteristiknya :
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Sub kelas : Copepoda
Ordo : Calanoid
Famili :
Genus : Temora
Spesies : T. lorgicornis
Karakteristik
1) Tubuh padat dan agak berbentuk bulat
2) Permukaan furcal rami panjang
3) Setae pendek dan langsing
4) Merupakan spesies yang umum diperairan pantai
5) Mempunyai 4 segmen metasome

Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Eucopepoda
Famili : Calanoidea
Genus : Calanoid
Spesies : Calanoid sp
Karakteristik
- Mempunyai bentuk kepala yang meruncing bila dilihat dari sampiing atau atas
- Memiliki sepasang antenna
- Bentuk rami bercabang dua
- Terdapat 5 segmen metasome
- Merupakan jenis yang paling banyak ditemukan diperairan laut

Ordo lain seperti Sergestidae mempunyai 2 genus yang diketahui yaitu Lucifer dan Acetes. Adapun ciri-cirinya berikut klasifikasinya adalah sebagai berikut:
a. Lucifer :
 Bentuk tubuh pipih ke arah samping.
 Mempunyai mata yang agak kemerah-merahan.
 Hewan ini transparan selama hidup dan berubah menjadi agak jernih di dalam awetan serta otot-otot yang kelihatan jelas.
 Bagian atas cephalothorax bentuknya sangat panjang yang pada bagian ujungnya menunjang sepasang mata yang bertangkai besar.
 Abdomen lebih besar jika dibandingkan dengan bagian cephalothorax.
 Hewan jantan dan betina dapat dibedakan dari bentuk organ kemaluan mereka.
 Panjang sekitar 8-12 mm.
Hal yang menarik dari genus ini adalah fase protozoanya yang cukup panjang sehingga cukup banyak dijumpai, dengan ciri-ciri yang umum yaitu

1) Bentuk tubuh kurus
2) Telson yang berbetuk persegi tanpa percabangan
3) Ukuran sama dengan acetes protozoea
4) Mempunyai antenna bercabang
5) Karapak berduri pada kedua sisi dan pada bagian tengah

b. Acetes :
 Hewan ini mempunyai 3 pasang kaki jalan yang sempurna dan 2 puntung terdapat pada pasangan kaki jalan yang ke empat.
 Rostrum pendek.
 Rostrum dan Telson pendek.
 Mempunyai kaki renang yang sempurna dan tampak berbulu.
 Panjang antena sekitar 2-3 kali panjang tubuh.
 Panjang 3 cm atau lebih.
 Sebelum dewasa melalui 2 tahap, protozoea dan juvenile
 klasifikasinya
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Sergestidae
Famili :
Genus : Acetes
Spesies : Acetes sp
(Hutabarat & Evans, 1986)

Pada ordo Amphipoda, sifat-sifat umumnya adalah tidak mempunyai kulit luar (carapace) dan bentuk tubuh pipih ke arah samping. Ordo Amphipoda salah satu genusnya yaitu Hyperia, ciri-cirinya adalah :
a. Mata biasanya berukuran sangat besar yang hampir menutupi seluruh permukaan kepala.
b. Tubuh berbentuk seperti huruf U.
c. Ruas dada pertama berpadu dengan kepala.
d. Hewan ini cenderung untuk terapung pada permukaan bahan awetan.
e. Panjang berkisar antara 2-7 mm.
f. Uropods memiliki rami
g. Maxilliped tidak memiliki palp
h. Klasifikasinya
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Hyperidea
Famili :
Genus : Hyperia
Spesies : Hyperia sp
(Hutabarat & Evans, 1986)

Dan ordo Euphausida mempunyai ciri-ciri umum yaitu mata tidak mempunyai tangkai dan ruas abdomen terakhir menunjang ekor yang bercabang. Genus dari ordo ini contohnya Pseudeuphausia dengan ciri-ciri yaitu :
a. Kulit luar (carapace) menutupi bagian cephalothorax.
b. Terdapat insang (gill) yang sempurna yang terdapat pada pangkal anggota-anggota badan bagian dada.
c. Hewan ini mempunyai alat tubuh yang dapat mengeluarkan cahaya (luminescent organ) yang bentuknya menyerupai sebuah kancing mutiara yang berwarna merah muda.
d. Rostrum tampak lebar dan datar, tetapi tidak runcing.
e. Panjang bisa mencapai 5 cm.
f. Umunya ditemukan diperairan samudra
g. Klasifikasinya adalah
Filum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Ordo : Euphasiaceae
Famili :
Genus : Euphasid
Spesies : Euphasid sp
(Hutabarat & Evans, 1986)

Biota lain yang umum di jumpai adalah Podon, klasifikasinya adalah
Filum : Phoronida
Kelas :
Ordo : Phoronidae
Famili :
Genus : Podon
Spesies : Podon sp
Karakteristik
1) Mempunyai mata yang besar
2) Mempunyai sepasang antenna yang terlihat seperti tanduk
3) Tubuh pendek

Filum : Phoronida
Kelas :
Ordo : Calanopiaceae
Famili :
Genus : Calanopia
Spesies : Calanopia sp
Karakteristik
1) Kepala langsing
2) Urosome terdiri dari 2 ruas yang merupakan cirri dari individu betina
3) Urosom jantan 5 ruas
4) Ukuran 1,8 – 1,9 mm
5) Mempunyai sepasang antenna yang panjang

Peranan zooplankton sebagai produsen sekunder ataupun sebagai konsumen primer sangat besar. Zooplankton sering melakukan gerakan naik turun pada perairan yang disebut sebagai migrasi vertical. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan yaitu phytoplankton gerakan naik ke permukaan biasanya dilakukan pada malam hari, sedang gerakan ke dasar perairan dilakukan pada siang hari. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu phytoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung.
(Nontji, 1993)





BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Setelah kami melakukan praktikum identifikasi terhadap plankton baik phytoplankton maupun zooplankton dapat kami simpulkan:
- Pada sampel fitoplankton, ditemukan jenis fitoplankton yang beranekaragam
- Fitoplankton yang banyak ditemukan dalam pengamatan adalah jenis dari Diatom
- Dari sampel air laut ditemukan jenis dari Diatom dan Pyrrophyta, sedangkan sampel muara ditemukan jenis dari Diatom, Desmidiaceae, dan Chlorophyta. Untuk sampel air tambak hanya ditemukan jenis dari Desmidiceae.
- Dari sampel air tambak tidak ditemukan satupun zooplankton.
- Dari bentuk morfologi dan habitat plankton dapat digunakan untuk klasifikasi plankton.

4.2. Saran
- Praktikan sebelum melakukan praktikum diharapkan memperelajari dulu modul yang terlah diberikan sehingga praktikum dalat dilakukan dengan benar dan terpadu.
- Pada saat praktikum dimulai para asissten diharapkan lebih mengawasi para praktikan agar tercipta praktikum yang kondusif.
- Praktikum untuk kedepanya lagi dimohon mulai pada tepat waktu,sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.



BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Arinardi, O. H, dkk. 1997. Kisaran Kelimpahan dan Komposisi Plankton Predominan di Perairan Kawasan Timur Indonesia. Jakarta: P3O-LIPI.
Hutabarat, S. dan Evans, S.M. 1986. Kunci Identifikasi Zooplankton. Jakarta : UI-Press
Nontji, A.1993.Laut Nusantara.Djambatan:Jakarta
Nybaken,J.W.1992.Biologi Laut.PT Gramedia Pustaka Utama:Jakarta
Romimohtarto,K dan S,Juwana.1999.Biologi Laut.Puslitbang Oseanologi-LIPI:Jakarta
Tait, R. V. 1981. Elements of Marine Ecology-An Introductory Course. Third Edition. London-Boston: Butterworths (Publisher) Inc.

BAB VI
LAMPIRAN




read more

Tugas MDC (Marine Diving Club) ni...

0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

Sejak pertama kali ditemukannya tabung udara oleh J.Y Cousteau pada tahun 1943. yang merupakan awal mula berkembanynya kemampuan manusia sebagai mahluk darat memasuki kehidupan bawah air yang penghuninya memiliki karakteristik yang berbeda, baik secara ekologi, anatomi, maupun sifat tingkahlakunya. selanjutnya kehidupan bawah air laut merupakan objek kajian untuk menciptakan penemuan baru yang memiliki daya manfaat yang sangat setrategis bagi perkembangan kehidupan manusia. Seperti pemanfaatan sebagai bahan energi alternative, farmasi, maupun sebagai bahan kecantikan.


Dengan begitu setrategisnya manfaat yang bisa diambil dari keberlimpahan sumberdaya alam maka dibutukan tenaga ahli khususnya mahasisawa Ilmu Kelautan UNDIP yang memiliki nilai dasar kemampuan pada penyelaman. Untuk menunjang kearah tersebut maka pada Program Studi Ilmu Kelautan UNDIP telah berdiri Marine Diving Club (MDC) yang merupakan unit kegiatan mahasisawa yang salah satu tujuan utamanyan memberikan pelatihan keterampilan penyelaman.

Pada hakekatnya dalam penyelaman tidak sekedar memiliki kemampuan menggunakan alat seperti fin, masker, maupun snorcle kemudian melakukan penyelaman permukaan (Skin dive) tetapi penyelaman merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan cara yang benar, aman dan tidak melelahkan. Factor keamanan dan kenyamana merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh penyelam (Diver). Untuk mencapainya penyelam (Diver) harus memiliki pengetahuan dan dasar teori yang benar. Seorang penyelam harus memiliki kemampaun dalam menggunaan peralatan. Mengetahi factor factor alam yang bias mengganggu keamanan dan kenyamanan penyelaman.

BAB II
PENGERTIAN

menyelam merupakan kegiatan yang dilakukan diwabah air dengan atau tanpa menggunakan alat bantu seperti fin, snorkel, masker untuk mencapai suatu tujua tertentu. Selam terbagai kedalam dua katagori, selam permukaan (skin dive) dan SCUBA Diving (Self Contained Underwater breathing Apparatus), (Jaya,1986) atau menyelam dengan mengunakan bantuan tabung udara. Perlatan ynag digunakan dalam melakukan skin dive adalah fin, snorcle, dan masker. Peralatan dasar ini merupakan alat Bantu yang digunan penyelam agar dapat melihat di dalam air, bernafas dengan hidung tertutup dan meningkatkan kemampua/mobilitas penyelam (Clinchghy ,1992). Peralatan dasar ini tidak hanya dilakukan dalam skin dive tetapi digunakan juga dalam SCUBA Diving.

BABIII
PERALATAN SELAM DASAR (SKIN DIVE)

1. Masker
Masker selam adalah jendela kedap air yang melindungi sebagian wajah, terutama mata dan idung dari air. Bagian lensa dibuat dari kaca pengaman sementara kantong hidung serta kerangka masker dibuat dari silikon atau karet. Di bagian sisi masker terdapat tempat untuk memasang snorkel.
Sewaktu mengenakan masker, penyelam bernafas dengan mulut. Masker dapat menjadi berembun atau kemasukan air bila penyelam memaksa untuk bernafas melalui hidung. Rambut penyelam juga tidak boleh terjepit di antara masker dan wajah supaya masker tidak kemasukan air.
Masker tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk untuk anak-anak dan wanita. Dibandingkan masker selam scuba, masker snorkeling umumnya berukuran lebih kecil agar kantong udara di dalam masker menjadi sekecil mungkin.
Penyelam harus memakai ukuran masker yang pas dengan wajah agar masker tidak kemasukan air. Ukuran masker yang pas bisa diperiksa tanpa perlu memasangkan tali pengikat di kepala. Masker diletakkan di wajah, dan ditekan sambil menarik nafas perlahan-lahan. Bila masker tidak jatuh maka ukuran masker sesuai dengan wajah pemakainya. Tekanan air membuat masker menjadi kedap udara, sementara tali pengikat hanya menahan masker agar tidak terlepas.

2. Snorkel
Snorkel terdiri dari dua bagian: selang udara dan pelindung mulut. Selang dibuat dari pelastik atau karet keras, dengan ukuran diameter sekitar 2 cm dan panjang sekitar 30 cm. Selang yang terlalu panjang membuat bernafas menjadi sulit, dan memperbesar kemungkinan penyelam menghisap kembali karvon dioksida yang tertahan di dalam selang.
Pelindung mulut dibuat dari silikone atau karet, dan terdiri dari penutup berbentuk lengkung dan bagian untuk digigit. Ukuran pelindung mulut juga harus sesuai dengan ukuran mulut. Ketika menyelam di bawah air, udara di dalam snorkel keluar, dan air masuk ke dalam snorkel. Ketika sampai di permukaan, air dalam snorkel dikuras dengan cara menghembuskan udara keras-keras dari dalam mulut.

3. Kaki katak
Kaki katak adalah sepatu karet dengan sirip yang melebar di bagian ujung kaki. Snorkeling bisa saja dilakukan tanpa kaki katak, tapi alat ini bisa menambah daya dorong kaki manusia ketika berenang.
Kaki katak terdiri dari dua jenis: tumit terbuka (open heel) dan kaki tertutup (full foot atau pocket foot). Jenis kaki katak kaki tertutup tersedia dalam berbagai ukuran seperti halnya ukuran sepatu. Dibandingkan kaki katak tumit terbuka, jenis kaki katak tertutup memiliki ujung sirip yang lebih pendek. Ketika memakai kaki katak tumit terbuka, penyelam mengenakan sepatu boot dari bahan neoprena. Sepatu bot berfungsi sebagai pelindung kaki dari dari luka, dinginnya air, atau pencegah lecet. Kaki katak tumit terbuka hanya dibuat dalam beberapa ukuran: kecil, sedang, besar, dan ekstra besar. Ukuran kaki katak disesuaikan dengan kaki pemakainya dengan mengencangkan sabuk di bagian tumit.


BAB IV
FISIKA PENYELAMAN

Hukum-hukum fisika yang berhubungan dengan penyelaman perlu kita ketahui karena hal ini penting sebagai dasar untuk melakukan teknik penyelaman yang aman. Secara fisiologi, banyak masalah kesehatan penyelaman yang berhubungan langsung dengan hukum-hukum fisika tsb.
Untuk memahami prinsip-prinsip dasar penyelaman yang aman, penyelam harus mengenal aspek-aspek fisika yang berhubungan tekanan dan berat jenis zat cair dan gas-gas. Pengetahuan inipun amat berguna untuk para dokter yang menangani kasus para penyelam. Hukum hukum fisika tersebut diantaranya adalah :

1. HUKUM ARCHIMEDES :
Hukum ini berhubungan dengan daya apung.
Daya apung (bouyancy) ada 3 macam, yaitu :
1. Daya apung positif (positive bouyancy) : bila suatu benda mengapung.
2. Daya apung negatif (negative bouyancy) : bila suatu benda tenggelam.
3. Daya apung netral (neutral bouyancy) : bila benda dapat melayang.
Bouyancy adalah suatu faktor yang sangat penting di dalam penyelaman. Selama bergerak dalam air dengan scuba, penyelam harus mempertahankan posisi neutral bouyancy.


2. Hukum Boyle
Menurut hukum ini, dimana temperatur dianggap konstan, maka perkalian antara tekanan dan volume akan tetap konstan. Dari hukum inilah kita dapat mengetahui bagaimana keadaan rongga-ronga didalam tubuh, seperti paru, sinus dll.
4. HUKUMC HARLES
Menurut Hukum ini dapat dijelaskan mengapa tabung scuba dapat meledak setelah diisi.
Tabung scuba yang telah diisi penuh kita letakkan di atas deck kapal sebelum menyelam dan terpapar dengan sinar matahari yang lama, maka Volume gas di dalam tabung tsb akan memuai sehingga tabung bisa meledak

4). HUKUM DALTON :
Menurut hukum ini, Tekanan Total suatu gas campuran adalah jumlah dari tekanan parsial gas-gas di dalam campuran tsb.

5). HUKUM GAY-LUSSAC :
Menurut hukum ini, dapat dijelaskan juga tentang ledakan saat mengisi tabung scuba.
Bila kita mengisi tabung scuba, dimana Volume nya konstan, dengan bertambahnya Tekanan tabung maka Temperaturnya juga meningkat. Hal ini berbahaya karena sebelum mencapai tekanan yang diinginkan, tabung dapat meledak. Jadi, pada saat kita mengisi tabung, sebaiknya tabung tsb diisi sambil diremdam di dalam ember yang berisi air dingin, agar temperatur tabung tetap dingin.
­SINAR DAN KEJERNIHAN AIR
Agar penyelam dapat bekerja dengan baik, maka harus dilengkapi peralatan untuk melihat sejelas mungkin. Mata manusia memerlukan sinar untuk melihat sesuatu. Apapun yang dilihat manusia adalah suatu gambaran yang diciptakan oleh pantulan sinar dari benda yang sedang dilihat. Sinar di dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga dapat langsung mempengaruhi kemampuan melihat seorang penyelam dan menginterpretasikan apa yang dilihatnya. Faktor-faktor utama tsb adalah :
Kekeruhan
Diffusi : pemancaran sinar oleh molekul-molekul air dan partikel.
Penyerapan : kemampuan untuk merubah warna dan intensitas cahaya.
Refraksi : pembelokan sinar yang masuk dari 1 media ke media yang lain.
Refleksi : kembalinya sinar matahari ke atmosfer yang mengenai permukaan air; akan direfleksikan (dipantulkan) tergantung pada sudutnya pada saat mengenai air.
Sinar matahari tidak dapat menembus lebih dari 1650 ft, meskipun di air yang sangat jernih.
Di udara, kecepatan sinar adalah 186.000 mil/detik, di dalam air kecepatan berkurang menjadi 135 mil/detik.
Index refraksi udara dan air = 4 : 3.
Karena refraksi ini, dengan pemakaian masker di dalam air, benda-benda akan terlihat lebih dekat dan lebih besar dari yang sebenarnya.

4. SUARA
Kecepatan suara di udara adalah 1100 ft/detik sedangkan di dalam air rata-rata 4900 ft/detik. Suara yang dihasilkan oleh pemukulan tabung baja scuba dengan benda logam (misalnya dengan pisau selam) dapat didengar pada jarak yang cukup jauh oleh penyelam lain.

5. TRANSFER PANAS
Panas badan dapat hilang bila berada di dalam air melalui beberapa cara :
1). Konduksi adalah transfer panas langsung dari molekul ke molekul.
Air mempunyai kapasitas konduksi 25 kali dari pada udara. Jadi kecepatan hilangnya panas di air 25 x lebih cepat dari pada di udara.
2). Konveksi adalah transfer panas dengan adanya pergerakan arus air.
3). Radiasi adalah transfer panas dengan cara pancaran
4). Evaporasi keringat dari kulit dan keluarnya uap air dari paru menyebabkan hilangnya panas dari badan secara signifikan.
Bila menyelam sangat dalam dengan menggunakan Helium-Oxygen (Heliox), hilangnya panas badan dapat menimbulkan hypothermia klinis yang serius. Pada penyelaman sangat dalam dengan gas campuran heliox, gas pernafasan ini dipanaskan untuk menghindari hypothermia.
(http://dr-budiow.com/artikel/?p=4)

BAB VI
LINGKUNGAN PENYELAMAN
1. pantai
Pantai merupakan suatu wilayah yang dimulai dari titik terendah air laut waktu surut hingga ke arah daratan sampai batas paling jauh ombak/gelombang menjulur ke daratan. Jadi daerah pantai dapat juga disebut daerah tepian laut. Dalam bahasa Inggris pantai disebut dengan istilah “shore” atau “beach”. Adapun tempat pertemuan antara air laut dan daratan dinamakan garis pantai (shore line). Garis pantai ini setiap saat berubah-ubah sesuai dengan perubahan pasang surut air laut. Agar jelas lihat animasi berikut!
Wilayah tepian laut bentuknya bermacam-macam, ada yang landai dan ada pula yang curam. Tepian laut yang landai ini ada yang berpasir dan ada pula yang berlumpur. Tepian laut yang curam seperti dinding batu disebut “cliff”, pantai berpasir disebut gisik atau “sand beach” dan pantai berlumpur disebut “mud beach”.
BAB VII
ASPEK MEDIS PENYELAMAN
Satu hal yang perlu kita sadari didalam hal penyelaman adalah terdapatnya perbedaan tekanan antara permukaaan air dan di dalam air dimana hal ini akan mempengaruhi fungsi tubuh kita yang akan berdampak bagi kesehatan pada umumnya, banyak fungsi tubuh yang dipengaruhi salah satunya adalah fungsi pendengaran.
Beberapa penelitian menyangkut penyelaman memberikan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang disebabkan oleh perbedaan tekanan antara permukaan air dan didalam air sehingga menyebabkan penyakit pada penyelam yang disebut decompression sickness / barotrauma.
Barotrauma yang mempengaruhi fungsi pendengaran paling sering terjadi pada telinga tengah, gejala – gejala barotrauma telinga tengah : nyeri, rasa penuh dan berkurangnya pendengaran.
Berdasarkan uraian diatas, membuat peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh dari penyelaman yang dilakukan oleh para nelayan tradisional ini terhadap fungsi pendengaran mereka.
Gangguan – gangguan yang terjadi pada telinga dapat terjadi pada telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Dalam hal ini barotrauma pada telinga sering terjadi pada telinga bagian tengah dan penyakit pada telinga tengah ini lazim ditemukan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.
Gejala – gejala barotrauma telinga tegah termasuk nyeri, rasa penuh dan berkurangnya pendengaran. Diagnosis dipastikan dengan otoskop. Gendang telinga tampak mengalami injeksi dengan pembentukan bleb hemoragik atau adanya darah dibelakang gendang telinga. Kadang – kadang membrana timpani akan mengalami perforasi. Dapat disertai gangguan pendengaran konduktif ringan.
(http://darryltanod.spaces.live.com)



read more

Andi Mallarangeng

0 komentar

Andi Alifian Mallarangeng (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963; umur 46 tahun) adalah seorang pengamat politik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai juru bicara kepresidenan bagi Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga menjabat pemimpin redaksi situs web presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi Alifian Mallarangeng meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di universitas yang sama, ia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Sedangkan gelar Drs Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986.



Ayahnya, Andi Mallarangeng (1936-1972) adalah walikota Parepare yang menjadi walikota pada usia 32 tahun. Ayahnya meninggal dunia pada usia 36 tahun, ketika Andi yunior berusia 9 tahun. Sejak itu, ibunya, Andi Asni Patoppoi dan kakeknya, Andi Patoppoi (1910-1977), Mantan Bupati Grobogan, Jawa Tengah dan juga Bupati Bone, Sulawesi Selatan yang membesarkannya. Kakeknya ini adalah salah seorang tokoh pemuda Sulawesi Selatan yang berhasil membujuk raja-raja di Sulawesi Selatan untuk mendukung dan menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Dari ayah dan kakeknya, ia belajar tentang semangat keindonesiaan yang mengatasi semangat kedaerahan, dari mereka pula ia belajar tentang nilai-nilai kedaerahan yang memperkaya nilai-nilai keindonesiaan. Dan dari ibunya belajar tentang hidup sebagai suatu perjuangan.

Sejak menjadi mahasiswa Fisipol UGM mengikuti jejak ayahnya, ia bercita-cita menjadi dosen. Cita-cita ini akhirnya tercapai dengan menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002). Tetapi nasib berkata lain. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan munculnya tuntutan reformasi, mengharuskan penataan ulang sistem politik dan sistem pemerintahan di Indonesia, yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi. Sebagai Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior, Andi diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi. Tim Tujuh ini kemudian juga merumuskan Undang-undang Pemerintahan Daerah yang baru, sebagai landasan reformasi sistem pemerintahan dengan desentralisasi dan otonomi daerah.

Keterlibatannya dalam gerakan reformasi berlanjut ketika ia dipercaya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah, yang menyelenggarakan pemilu demokratis pertama pada tahun 1999. Dengan dibentuknya Kementerian Otonomi Daerah dalam pemerintah era reformasi, Andi mengundurkan diri dari KPU dan bergabung sebagai staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Kementerian itu kemudian dibubarkan walau baru berusia 10 bulan. Ia kemudian bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in Indonesia (2000-2002). Ia sempat mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian, ia juga dikenal sebagai pengamat, kolumnis dan komentator politik di berbagai media.

Andi sementara ini berhenti menjadi dosen, karena sejak Oktober 2004 ia ditunjuk sebagai Juru Bicara Kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu pula, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam dan Senat Mahasiswa ini pun berhenti sementara menjadi pengamat dan komentator politik. Baginya tugas sebagai Juru Bicara Kepresidenan ini adalah suatu kehormatan yang menuntut seluruh waktu dan perhatiannya.

Penghargaan yang pernah diraih Andi A. Mallarangeng adalah Man of the Year, Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).

Ia mempunyai seorang istri yang bernama Vitri Cahyaningsih dan tiga orang anak yang bernama Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng. Adiknya, Rizal Mallarangeng dan Coel Mallarangeng, adalah seorang politikus.
(Sumber Wikipedia Indonesai)

read more

Proposal MDC

0 komentar
PROPOSAL KEGIATAN
“Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC) UNDIP: bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara”

MARINEe Diving Club
Jurusan Ilmu Kelautan Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelutan Universitas Diponegoro
Semarang
2009


LEMBAR PENGESAHAN

“Bakti Sosial MARINEE DIVING CLUB (MDC) UNDIP: bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara”

MARINEe Diving Club (MDC) Jurusan Ilmu Kelautan Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelutan Universitas Diponegoro
Agus Nurul K (NIM. K2D 008 005)


1. Penyuluhan Penyuluhan Kegiatan
Hari/Tanggal : minggu 6 september 2009– sabtu 12 September 2009
Waktu : 08.00 – 11.00 WIB
Tempat : Perkampungan Pesisir Pantai Jepara
2. Tahapan Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Senin 14 September- Minggu 3 Oktober 2009
Waktu : 08.00 - 15.00 WIB
Tempat : Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk Semarang

Dana yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sebesar Rp. 10.000.000,00
SUMBER DANA
Subsidi Universitas Diponegoro Rp 3.000.000,00
Subsidi Fakultas Rp 100.000,00
Subsidi Tidak Mengikat Rp 500.000,00

Iuran Panitia @ Rp 20.000,00 Rp 600.000,00
Donatur dan Sponsorship Rp 10.001.000,00
Jumlah Total Rp 15.101.000,00


Semarang , 4 Juli 2008
Ketua Pelaksana



Agus Nurul K
Sekretaris

ttd

Linda Wulandari


Mengetahui,
Ketua HMIK


ttd

Tri Hidayat

Presiden MDC


ttd

Galdi Arianto
Ketua BEM FPIK



ttd

Anindito Leksono


Mengetahui,
Pembantu Dekan III
FPIK

ttd

Ir. Nur Taufiq Spj, M.AppSc
NIP. 131 675 258 Ketua Jurusan
Ilmu Kelautan

ttd

Ir. Irwani, Mphil
NIP.131 964 516

PROPOSAL KEGIATAN


“Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara”


“Feel Our World with Dive, Save Our World With Healthy life”

Marine Diving Club (MDC) Jurusan Ilmu Kelautan Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelutan Universitas Diponegoro


Agus Nurul K, Ketua Pelaksana

Susunan panitia
Ketua Pelaksana : Agus Nurul K
Sekretaris : Linda Wulandari
Bendahara : Fitriani Agustin
Sie. Acara : Ilham Gemilang
Yogi Achmad Fajar
Hamdan Azizi
ie. Humas : Fuad Prima Nugraha
Hana Mustari
Sie. Pubdekdok : M Hasbiallah
Chaeru Ginanjar
Sie. Konsumsi : Fitriani Agustin
Sie. Transportasi : Dwi Prasetyo
Vicky Juniar

Presiden Marine Diving Club (MDC) : Galdi Arianto


Total dana yang dibutuhkan adalah Rp. 15.101.000,00


DESKRIPSI KEGIATAN


“Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC) UNDIP: bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara”



MARINE Diving Club (MDC) Jurusan Ilmu Kelautan Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelutan Universitas Diponegoro


Agus Nurul K (NIM. K2D 008 005)


1. Penyuluhan Penyuluhan Kegiatan
Hari/Tanggal : minggu 6 september 2009– sabtu 12 September 2009
Waktu : 08.00 – 11.00 WIB
Tempat : Perkampungan Pesisir Pantai Jepara

2. Tahapan Pembangunan
Hari/Tanggal : Senin 14 September- Minggu 3 Oktober 2009
Waktu : 08.00 - 15.00 WIB
Tempat : Perkampungan Pesisir Pantai Jepara

Dana yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sebesar Rp. 10.000.000,00
SUMBER DANA
Subsidi Universitas Diponegoro Rp 3.000.000,00
Subsidi Fakultas Rp 1000.000,00
Subsidi Tidak Mengikat Rp 500.000,00

Iuran Panitia @ Rp 20.000,00 Rp 600.000,00
Donatur dan Sponsorship Rp 10.001.000,00
Jumlah Total Rp 15.101.000,00


Menurut catatan WHO tahun 2008 hampir 2,6 milyar orang di dunia tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar dan 1,1 milyar orang kekurangan air bersih. Padahal buruknya kualitas sanitasi dapat mengakibatkan tingginya penyakit bawaan air dan sanitasi seperti diare dan disentri. Data BPS (2004) menyatakan bahwa proporsi rumah tangga di perkotaan yang menggunakan septic tank dan cubluk adalah 80,45% dan dipedesaan sebesar 57,26% (tidak mempertimbangkan kualitas sarana) dengan tingkat kepemilikan jamban keluarga di perkotaan sebesar 73,13% dan di pedesaan 53,1% sedangkan Kementrian Lingkungan Hidup (2008) menyatakan bahwa hanya 11 kota yang memiliki sistem sanitasi perpipaan terpusat dan hanya 13.9% penduduk yang mendapatkan akses terhadap sistem sewerage (pengolah air limbah). Kondisi sanitasi di Indonesia termasuk daerah Jawa Tengan saat ini masih kurang memadai, hal ini dapat diindikasikan dengan masih banyaknya kejadian wabah penyakit yang terkait dengan kualitas sanitasi yang buruk serta pencemaran air sungai dan air tanah oleh bakteri E Coli. Kondisi ini diperkuat dengan survey tentang kualitas bakteriologis air yang dilakukan oleh WHO (2004) di 343 kabupaten di Indonesia ada 42,5% air minum yang dikonsumsi penduduk tidak memenuhi syarat kesehatan. Instalasi pengolahan ini didirikan pada lahan seluas 85 hektar dengan kapasitas yang dapat menampung seluruh warga Pesisir Pantai Jepara. Sampai saat ini fasilitas pengolahan air kotor PDAM baru melayani sekitar 30 % penduduk Pesisir Pantai Jepara yang tersebar di beberapa kawasan. Sehingga sebagian besar penduduk Pesisir Pantai Jepara belum memiliki akses terhadap fasilitas ini.
MARINEE DIVING CLUB (MDC) sebagai salah satu UKM yang berada di jurusal ILMU KELAUTAN UNDIP diharapkan ikut berupaya untuk menjadi bagian dari pihak yang memperbaiki kondisi masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Upaya tersebut adalah dengan melakukan kegiatan “Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” Kegiatan ini difokuskan pada masalah sanitasi karena perilaku tidak sehat banyak berasal dari masalah fasilitas sanitasi seperti kurangnya penyediaan MCK dan Air Bersih.



Tujuan dari kegiatan kegiatan “Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” ini adalah:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat.
- Meningkatkan peran serta masyarakat untuk lebih aktif dalam menangani
- Meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat melalui pembangunan sarana sanitasi komunal.
- Salah satu bukti tanggung jawab sosial MDC UNDIP terhadap masyarakat.
- dalam rangka menjalankan Corporate Social Responsibility yang baik.


- Terbangunnya pemahaman tentang pentingnya sanitasi bagi masyarakat.
- Tersedianya sarana sanitasi bagi masyarakat disekitar wilayah sasaran.
- Meningkatkan brand image Telkom sebagai perusahaan yang peduli
- terhadap masalah social




Sasaran kegiatan “Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” ini adalah ditujukan bagi Kelompok rumah tangga khususnya yang berada di wilayah Pesisir Pantai Jepara.



Kegiatan “Bakti Sosial MARINEE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” terbagi kedalam dua tahap pelaksanaan. Pertama Tahan Penyuluhan dan kedua tahap pelaksanaan pembangunan. Pada tahap penyuluhan terhadap Masyarakat di Perkampungan Pesisir Pantai Jepara yang terdiri dari 40 KK dilakukan selama satu minggu (minggu 6 september 2009– sabtu 12 September 2009), dengan seususan acara sebagai berikut,

No Kegiatan Tanggal Waktu (WIB)
1 Ramah tamah 6 september 08.00 - 10.00
2 Penyuluhan 1 7 September 08.00 - 10.00
3 Penyuluhan 2 8 September 08.00 - 10.00
4 Penyuluhan 3 9 September 08.00 - 10.00
5 Survai temat Pembangaun 10 September 08.00 - 15.00
6 Konsolodasi kesiapan pembangunan kepada setiap mitra kerjasama 11-12 Septemebr 08.00 - 15.00

Ramah tamah dilakukan antara panitia “Bakti Sosial MARINEE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” dengan mitra kerjasama, warga disekitar perkampungan pesisir pantai Jepara, tokoh masyarakat dan pihak Pemerintah terkait. Selanjutnya pada hari kedua dilakukan penyuluhan tentang maksud dari kegiatan “Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara”. Hari ketiga yakni penyuluhan ke-2 disis dengan “pentingnya hidup sehat dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di pesisir Pantai Jepara” (Pembicara). Dan pada penyuluhan ke-3 disisi dengan pembentukan pembangunan yang dilakukan oleh Panitia, tokoh masarakat, aparat dinas serta masyarakat pesisir pantai Jepara. Kemudian pada tahap survai dilakukan oleh panitia lapangan yang terbentuk beserta mitra kerjasama. Kemudian Tahapan kosnolidasi dilakukan antara Panitia “Bakti Sosial MARINE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” – panitia pembangunan beserta mitra kerjasama.

Tahap kedua adalah tahap pembangunan, pada tahap pembangunan ini dilaksanakan selama satu bulan (Senin 14 September- Minggu 3 Oktober 2009) yang tediri dairi beberapa kegiatan, diantaraya


No Kegiatan Tanggal Waktu (WIB)
1 Pengadaan Bahan Bangunan 14 Sep-
2 Okt 08.00 - 10.00
2 Peletakan batu Pertama 15 sept 08.00 - 10.00
3 Pembangunan 15 sept-
2 oktober 08.00 - 10.00
4 Peresmian 3 Okt. 08.00 - 10.00

Pengadaan bahan dilakuakan oleh mitra terkait secara bertahap sesuai dengan perjanjian yang ditulis. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Jepara. Selanjutnya dalah tahap pembangun dilakukan secara bertahap selama satu bulan dimulia dari peletakan batu pertama secara bertahap yang dikakukan oleh Panitia pembangunan, masyrakat, dan mitra kerjasama terkait. Tahap terakhir adalah tahap peresmian yang dilakukan oleh bupati Jepara yang dihadiri oleh semua pihak yang terkait mulai dari Panitia “Bakti Sosial MARINEE DIVING CLUB (MDC UNDIP ) bagi Masyarakat Bersih dan Sehat di Pesisir Pantai Jepara” dengan mitra kerjasama, warga disekitar perkampungan pesisir pantai Jepara, tokoh masyarakat, pihak Pemerintah terkait, beserta undangan undangan.

Kebutuhan Anggaran
Kesekretariatan Rp 322.000,00
Dokumentasi dan Dekorasi Rp 114.000,00
Konsumsi Rp 768.000,00
Transportasi Rp 2050.000,00
Bahan bangunan Rp 11.800.000,00
Dana tak terduga Rp 47.000,00
Jumlah total Rp.
15.101.000,00


Kesekretariatan Satuan Harga Satuan Anggaran
Kertas A4 1 rim Rp 35.000,00 Rp 35.000,00
Amplop 1 dus Rp 15.000,00 Rp 25.000,00
Proposal Kegiatan 10 buah Rp 5.000,00 Rp 50.000,00
Sertifikat Peserta dan Panitia lembar Rp 2.000,00 Rp 106.000,00
Kuitansi 2 Rp 3.000,00 Rp 6.000,00
Refill tinta printer 2 Rp 25.000,00 Rp 50.000,00
Laporan Kegiatan 10 buah Rp 5.000,00 Rp 50.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 322.000,00


Dokumentasi & Dekorasi Satuan Harga Satuan Anggaran
Dokumentasi
Cetak 1 Rp 40.000,00 Rp 40.000,00
Batu baterai 4 Rp 9.000,00 Rp 32.000,00
Dekorasi
Double tip 3 Rp 4.000,00 Rp 12.000,00
Kertas Manila 10 Rp 1.000,00 Rp 10.000,00
Pamflet 20 Rp 1.000,00 Rp 20.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 114.000,00

Konsumsi Satuan Harga Satuan Anggaran
Penyuluhan
Makan Siang Pembicara 5 x 3 Rp 5.000,00 Rp 75.000,00
Snack Pembicara 5 x 3 Rp 3.000,00 Rp 45.000,00
Makan Siang panitia 27 x 3 Rp 5.000,00 Rp 405.000,00
Snack panitia 27 x 3 Rp 3.000,00 Rp 243.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 768.000,00

Transportasi Satuan Harga Satuan Anggaran
Pembicara 5 x 3 Rp 30.000,00 Rp 450.000,00
panitia 1 bus x2 Rp 800.000,00 Rp 1.600.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 2050.000,00

Bahan Bangunan Satuan Harga Satuan Anggaran
Pasir 4 truk Rp 800.000,00 Rp 3.200.000,00
Batu bata 2 ribu Rp 800,00 Rp 1.600.000,00
Semen 50 sack Rp 60.000,00 Rp 3.000.000,00
Pipa (+kran, sikusiku,lem) 40 kk Rp 100.000,00 Rp 4.000.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 11.800.000,00

Dana Tak Terduga Anggaran
Dana Tak Terduga Rp 47.000,00
JUMLAH SUB TOTAL Rp 47.000,00

Demikian proposal ini kami ajukan dengan harapan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan. Terima kasih atas segala bantuan dan kerjasamanya.


Semarang , 4 Juli 2008
Ketua Pelaksana



Agus Nurul K
Sekretaris

ttd

Linda Wulandari


Mengetahui,
Ketua HMIK


ttd

Tri Hidayat

Presiden MDC


ttd

Galdi Arianto
Ketua BEM FPIK



ttd

Anindito Leksono


Mengetahui,
Pembantu Dekan III
FPIK

ttd

Ir. Nur Taufiq Spj, M.AppSc
NIP. 131 675 258 Ketua Jurusan
Ilmu Kelautan

ttd

Ir. Irwani, Mphil
NIP.131 964 516

read more

BOEDIONO

0 komentar

Nama : Boediono
Tempat Lahir : Blitar
Tanggal Lahir : 25 Februari 1943
N I P : 130701696
Pangkat/Gol. : Pembina Tingkat I/IVb
Jabatan : Guru Besar

PEKERJAAN
* Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
* Dosen Fakultas Ekonomi UGM
ALAMAT KANTOR
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat
ALAMAT RUMAH
* Sawitsari M2, Yogyakarta
* Jl. Mampang Prapatan XX, No.26, Jakarta Selatan

RIWAYAT PENDIDIKAN
1967 Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia
1972 Master of Economics, Monash University, Australia
1979 Ph.D in Business Economics, Wharton School, University of Pennsylvania, USA




RIWAYAT PEKERJAAN
1973 - sekarang Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada
2005 - sekarang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Bersatu
2001 - 2004 Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong
1998 - 1999 Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas dalam Kabinet Reformasi Pembangunan
1993 - 1998 Direktur Bank Indonesia

read more

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

0 komentar

Nama Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat/ Tgl Lahir Pacitan, Jawa Timur 09 September 1949
Alamat Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2
Desa Nagrag Kec. Gunung Putri
Bogor - 16967
Agama Islam
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri Kristiani Herawati
Jumlah Anak 1. Agus Harimurti Yudhoyono
2. Edhie Baskoro Yudhoyono


Pendidikan


1. 1973 : Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akbar)
2. 1976 : American Language Course, Lackland, Texas - AS
3. 1976 : Airbone and Ranger Course, Fort Benning - AS
4. 1982 - 1983 : Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning - AS
5. 1983 : On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg - AS
6. 1983 : Jungle Warfare School, Panama
7. 1984 : Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman
8. 1985 : Kursus Komando Batalyon
9. 1988 - 1989 : Sekolah Komando Angkatan Darat
10. Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas - AS
11. Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri
12. 2004 : Doctorate (Dr) Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Riwayat Pekerjaan


1. 2004 - sekarang : Presiden Republik Indonesia
2. 10 Agustus 2001 - 12 Maret 2004 : Menkopolkam, Kabinet Gotong Royong
3. 26 Oktober 2000 - 01 Juni 2001 : Menkopolsoskam, Kabinet Persatuan Nasional
4. 20 Oktober 1999 - 26 Agustus 2000 : Mentamben, Kabinet Abdurrahman Wahid
5. 16 Februari 1998 - November 1998 : Kepala Staff Sosial Politik (Kasospol) ABRI
6. 23 Agustus 1996 - 26 Agustus 1997 : Panglima Kodam II Sriwijaya
7. Maret 1996 - Agustus 1996 : Kepala Staff Kodam Jaya
8. November 1995 - November 1996 : Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia dari UNPF (United Nation Peace Force)
9. 1994 - 1995 : Komandan Korem Pamungkas 072 Yogyakarta
10. 1994 : Assisten Operasi Kodam Jaya
11. 1993 : Komandan Brigade Infantry 17, Kujang I Kostrad
12. 10 Agustus 2001 - 12 Maret 2004 : Menko Polkam

Penghargaan


1. 1973 : Lencana Adi Mahakarya dari Presiden Republik Indonesia sebagai Lulusan Terbaik Akabri
2. 1983 : Honorour Graduated IOAC, USA
3. 2003 : Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik

read more

mengintip kembali Kabinet Ala eSBeYe

0 komentar
MENTERI KOORDINATOR

* Menko Politik Hukum dan Keamanan : Laksamana (Purn) Widodo AS (Purn)

* Menko Perekonomian : Aburizal Bakrie (Golkar)

* Menko Kesra : Alwi Shihab (PKB)

* Sekretaris Negara : Hatta Razaja (PAN)

MENTERI DEPARTEMEN

* Menteri Dalam Negeri : Mardianto

* Menteri Luar Negeri : Nur Hassan Wirajuda

* Menteri Pertahanan : Juwono Sudarsono

* Menteri Hukum dan HAM : Hamid Awaluddin

* Menteri Keuangan : Sri Mulyani (Profesional)

* Menteri Pertambangan dan Energi : Purnomo Yusgiantoro

* Menteri Perindustrian : Andong Nitimiharja



* Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu (Profesional)

* Menteri Pertanian : Anton Apriantono (usulan PKS?)

* Menteri Kehutanan : M.S. Kaban (PBB)

* Menteri Perhubungan : Jusman Syafii Djamal

* Menteri Kelautan dan Perikanan : Laksamana Muda Freddy Numberi (Purn)

* Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Fahmi Idris (Golkar)

* Menteri Pekerjaan Umum : Joko Kirmanto

* Menteri Kesehatan : Siti Fadhilah Supari

* Menteri Pendidikan Nasional : Bambang Sudibyo (PAN)

* Menteri Sosial : Bachtiar Chamsyah (PPP)

* Menteri Agama : Muhammad Maftuh Basyuni

MENTERI NEGARA

* Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wajik (PD)

* Menteri Riset dan Teknologi : Kusmayanto Kadiman (Profesional)

* Menteri Koperasi dan UKM : Suryadarma Ali (PPP)

* Menteri Lingkungan Hidup : Rachmat Witoelar (Tim Sukses)

* Menteri Pemberdayaan Perempuan : Meutia Farida Hatta (PKPI)

* Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : Taufiq Effendi (PD)

* Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Saifullah Yusuf (PKB)

* Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Sri Mulyani

* Menteri BUMN : Sofyan Djalil

* Menteri Komunikasi dan Informasi : Sofyan A.Djalil (Tim Sukses)

* Menteri Pemuda dan Olahraga : Adhyaksa Dault (usulan PKS?)

* Menteri Perumahan Rakyat : Muhammad Yusuf Ashari (usulan PKS?)

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

* Jaksa Agung : Abdul Rahman Saleh (Profesional)

* Sekretaris Kabinet : Sudi Silalahi (Purn)

read more