Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

kumuhnya taman tempat ku tumbuh

Terlalu dangkal untuk mengatakan,mementahkan, dan mencibir serentak menertawakan idenya seseorang...
Bukankah sebuah lampu saja diciptakan dari sebuah ejekan belaka..??
Memang...
Tapi bukan ejekan yang membunuh....

Aku nangis bukan berarti aku pengecut...
Aku nangin bukan aku tak sanggup...
Tapi sebuah ratapan pada keyakinanku..
Aku yakin aku bisa menakluakan semua yang aku harapkan..

Orang itu memeng terlalu pragmatis...
Terlalu mengkerdilkan hal yang dianggap tidak mungin....
Bukankah tuhan menciptakkan manusia dengan sebuah kesempurnaan akal..??
Yang menuntun kita menemukan hal yang tidak mungkinpun menjadi mungin...
Apakahh dulu ada yang membayangkan kehidupan di bulan..??
Tidak ada...!!!
Hanya orang orang yang bermimpilah yang dapat melakukannya...
Bukan orang yang bisa menertawakan, mencibir, membunuh, serta menistakan mimpinya seseorang..

Diamanakah ada taman yang bisa memani dengan bunga-bunga senyuman dan tanggapan madu manis yang dikeluarkannya....???
Salahkan aku masuk ke taman yang satu ini..??
Taman yang penuh dengan kebiasaan yang membosankan...
Kumuh dengan sampah-sampah kebencian...
Angker dengan tumbuhnya simbol simbol kemistikan pengalaman seseorang...
Taman yang hanya bertumpu pada kebenaran hakiki seseorang belaka...???
Adakah di taman ini sebuah harapan untuk tumbuh bagi ilalalang-ilalang kecil yang bernyayi dengan sebuah mimpi dan harapan...??
Adakah sebuh pohon besar rindang yang bisa melindungi dan mengayomi si ilalang-ilalang kecil ini..?? Untuk mampu menjaganya dari ketidak mungkinan tumbuh...

Aku rindu dengan taman yang bisa menumbuhkan semua warna...



0 komentar: