Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Untuk sebuah nama

Udara begitu dingin menyelimuti suasana hati ini.
Suasana yang tertekan dengan keinginan dan asa yang dalam.
Tercampakan oleh bayangan, tercampakan oleh harapan, tercampakan oleh ketidakpastian.
Ingin rasanya hati ini menebuh genderang perang.
Perang menghianati kata hati yang selalu kuat membisikan harapan.
Ya... harapan. Harapan akan hadir dan nyatanya sosok itu.
Sosok yang begitu gemulai memainkan irama dan menari dalam ketidakpastian.
Ingin rasanya mengikat bahkan membius sekalipun, agar dia diam atau paling tidak memberikan kepastian.

Terlalu jauhkah sosok itu untuk aku kejar?
Untuk aku sekedar mengenal? Atau paling tidak menjawab “hai” ketika aku berucap “Hai”.
Ketangguhan apa yang menjadikan dia seperti itu...?
Mungkinkan Ada tembok atau bahkan benteng penghalang yang harus aku hancurkan?
Tolong katakan “ya” kalau memang ada. Aku pun akan berkata “sanggup untuk aku hancurkan!.”
Jangan memberikan kekakuan seperti sekarang ini.
Bukankan kau begitu ramai ketika berkata dengan yang lain?.
Atau mungkin terlalu kerdilkan aku ini?


Sweet home, 5 Sep 2010)



0 komentar: