Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

BEBERAPA ALASAN MENGAPA PEMANASAN GLOBAL SEBAGAI SALAH SATU FENOMENA PENCEMARAN PANAS (TERMAL POLUTION)

Dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan kelanggengan sumber daya sehingga kekayaan yang sebagian besar tidak diperbahurui, dan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bukan hanya untuk saat ini tetapi juga generasi yang akan datang, dalam hal ini lingkungan hidup makin menjadi isu penting yang perlu kita ketahui sehingga tidak mengganggu kelestarian lingkungan. Salah satu isu penting yang mulai dirasakan yaitu mengenai pemanasan global yang merupakan fenomena naiknya suhu bumi sehingga dikhawatirkan akan mengancam kesehatan manusia. Meningkatnya panas bumi dalam dekade terakhir ini berkembang sebagai isu politik dunia. Dalam tahun 2000 yang lalu tidak ada satu negara pun yang terbebas dari situasi pemanasan global, pemanasan global ini dan rusaknya lapisan ozon ini pada stratosfer bumi disebabkan terakumulasinya gas-gas rumah kaca dalam jumlah yang berlebihan, seperti dipergunakannya bahan bakar fosil .


Pokok permasalahan yang menyangkut pemanasan global adalah banyaknya zat -zat pencemar baik yang berasal dari industri maupun domestik, yang berpotensial sebagai Gas Rumah Kaca (GRK), gas- gas inilah yang bergesekan/bereaksi dengan lapisan ozon yang menyebabkan ozon rusak. Padahal lapisan ozon inilah yang berfungsi menyerap sinar ultra violet yang berlebihan, sehingga dapat mencegah makhluk hidup di bumi terkena kanker kulit dan mencegah rusaknya tanaman dan biota di perairan. Menurut para ahli penipisan ini karena pemakaian berlebihan dari Chloro Floro Carbon (CFC) yang banyak dipergunakan sebagai pendingan pada Air Conditioning (AC), refrigerator, sebagai bahan pengembang pada pembuatan karet, sebagai isolator pada plastik busa, bahan pembersih pada industri elektronik, dan
sebagainya . Senyawa ini banyak dipergunakan dalam berbagai industri karena kestabilan sifatnya. Penyelidikan membuktikan CFC menyumbang 15 – 20 % terjadinya pemanasan global yang berakibat naiknya suhu bumi sehingga bias mengakibatkan mencairnya es yang ada di kutub menyebabkan naiknya permukaan air laut dan ini dikhawatirkan beberapa kota bahkan negara yang rendah atau dekat
dengan pantai kemungkinan akan tenggelam.


AKTIVITAS MANUSIA YANG MENGHASILKAN ZAT PENCEMAR

1. Penggunaan Pupuk Kimia
Ditengah tuntutan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pangan, pertanian sebagai basis persediaan pangan dengan usaha intensifikasinya ternyata membawa dampak terhadap penipisan lapisan ozon yaitu dengan menggunakan bahan-bahan kimia baik sebagai pembasmi hama (insektisida) maupun sebagai pupuk (fertilizer) yang pada akhirnya akan menyumbang zat pencemar sebagai salah satu gas rumah kaca .

2. Penebangan Hutan/Perladangan Berpindah
Penebangan hutan atau perladangan berpindah dengan membakar hutan , dituduh ikut menyumbang gas- gas pencemar Karbon Dioksida (CO dan hutan itu sendiri berfungsi secara alamiah untuk menyerap Karbon Monoksida (CO). Untuk negara maju hutan lebih berfungsi sebagai unsur konservasi, sedangkan

untuk negara sedang berkembang hutan merupakan sumber pendapatan. Walaupun merupakan sumber pendapatan, sebaiknya pengolahan hutan tersebut harus dengan pengaturan yang tidak menimbulkan pemanasan suhu udara karena hutan merupakan paru-paru dunia.

Walaupun merupakan sumber pendapatan, sebaiknya pengolahan hutan tersebut harus dengan pengaturan yang tidak menimbulkan pemanasan suhu udara karena hutan merupakan paru-paru dunia. Untuk peladang berpindah seharusnya disediakan suatu lokasi yang permanen yang dapat memenuhi semua kebutuhan hidup sehari-sehari, disamping aspek pengawasan terhadap penebangan liar perlu diperketat sehingga
mempersempit ruang gerak peladang tersebut.

GAS-GAS RUMAH KACA

a. Senyawa Karbon (Karbondioksida (CO)
Karbondioksida adalah gas rumah kaca yang paling besar berkontribusi terhadap pemanasan global . Konsentrasi alaminya kecil hanya sekitar 0.03 persen di atmosfer dan ini secara alamiah bisa diserap oleh tanaman bantuan sinar matahari diuraikan untuk membentuk jaringan tanaman yang dikenal dengan proses fotosintesis. Bila tanaman atau hewan mati , kandungan karbon terlepas dalam bentuk karbondioksida, demikian pula membakar kayu atau bahan bakar fosil juga melepaskan karbondioksida. Tanah secara alami juga mengandung karbon sampai 50% dari berat keringnya bisa berupa bahan organik yang me mbusuk sebagian. Jika tanah ini dibalik oleh pacul maka sejumlah karbondioksida terlepas ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida. Makin banyaknya pemakaian kenderaan bermotor menyebabkan pemakaian bahan bakar fosil juga bertambah hal ini bisa menyebabkan bertambahnya kadar karbon di atmosfer bumi dan ini akan membentuk semacam perisai , kemudian panas yang seharusnya keluar dari atmosfer dipantulkan kembali ke bumi yang menyebabkan suhu bumi mengalami kenaikan. Hutan secara alamiah menyerap kadar karbon yang dilepas, tetapi apabila terjadi kerusakan hutan dan penimbunan kadar karbon makin meningkat karena kegiatan manusia menyebabkan gas ini makin menumpuk.

b. Senyawa methan (CH)
Konsentrasi methan di atmosfer saat ini berkisar 1.7 ppm, jumlah ini hampir 2.5 lebih tinggi dari 300 tahun lalu, methan diperkiraan mempunyai masa hidup 10 tahun dalam atmosfer. Methan dihasilkan ketika jenis- jenis bakteri tertentu menguraikan bahan organik pada kondisi tanpa udara. Gas ini mudah terbakar dan menghasilkan karbondioksida sebagai hasil sampingannya. Methan buatan manusia terutama dari industri, pertanian dan pembakaran biomassa, kurang lebih sepertiga bersal dari pengeboran transmisi , penimbunan limbah dan penambangan batubara. Methan adalah komponen utama gas alam

c. Senyawa Nitrogen (NO)
Masa hidup dari NO sangat panjang yaitu sekitar 150 tahun di atmosfer., oleh karena itu peningkatan emisi-emisi kecil dapat meningkatkan konsentrasi. Pemakaian bahan bakar fosil, pemakaian pupuk nitrogen menyumbang terjadinya pencemaran udara , pada akhirnya terjadi penumpukan emisi ini di atmosfer .

DAMPAK KERUSAKAN LAPISAN OZON DAN EFEK RUMAH KACA

Apabila ozon rusak , sinar ultra violet yang masuk ke bumi tidak disaring akan turun ke bumi dan dapat merusak kulit manusia. Penipisan ini juga menyebabkan peningkatan infeksi akibat menurunnya kekebalan tubuh, penyakit katarakpda mata dan masalah kerusakan lingkungan, mulai dari putusnya rantai makanan pada ekosistim akuatik di laut sampai menurunnya produktivitas tanaman. Selain mengakibatkan penyakit tersebut di atas juga mengakibatkan suhu bumi menjadi naik, dan terjadi pemanasan global. Perubahan iklim akan terjadi secara mendadak yang sering tidak dapat dimonitor sebelumnya, akibat yang mendadak ini justru mengakibatkan tingkat fisologis kita tidak dapat melakukan adaptasi, vegetasi tundra akan hilang, hutan akan berkurang serta padang rumput dan gurun akan bertambah luas. Laju penguapan air akan terus me ningkat oleh karena itul engas tanah akan turun. Evaporasi terus meningkat sehingga air tanah makin lama makin kering. Menurut teori setiap kenaikan 3 C pada permukaan bumi mengakibatkan tumbuh-tumbuhan dan hewan harus beremigrasi ke daerah lain, yaitu bergeser 250 km ke arah kutub yang lebih dingin atau naik 500 m ke arah puncak gunung untuk mendapatkansuhu yang sama dengan sebelumnya. Tidak setiap hewan atau tumbuhan mempunyai kemampuan emigrasi seperti ini, berarti ada sejumlah species yang musnah.


LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN PEMANASAN GLOBAL

Langkah-langkah agar efek rumah kaca tidak bertambah luas, karena efek kumulatif yang ada di atmosfer, baru bisa lenyap setelah 40 – 50 tahun, laju kenaikan kadar CFC pertahunnya antara 5 – 10%. Untuk hal tersebut langkah yang perlu diambil :

1. Menghentikan emisi Gas Rumah Kaca
Untuk melarang CFC sama sekali penggunaan bahan ini sebagai propelen pendingin maupun industri plastik , yang pelaksanaan politisnya di bawah pemantauan kimia dunia. Hal ini mendorong pabrik pembuat mesin pendingin berlomba menemukan bahan pengganti , yaitu memakai jenis CFC yang tidak terkena pembatasan. Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil karena laju kenaikan kadarnya pertahun cukup tiggi.
2. Mulai dipikirkan dan ditetapkan sumber energi pengganti bahan bakar fosil.
3. Mengurangi emisi methan dengan mencegah timbulnya kebakaran di musim kemarau, pengelolaan TPA maupun pembenahan rawa-rawa.

0 komentar: