Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

HMIK yang Teranak Tirikan (Sebuah pandangan).

Diminta menjadi Menteri Dalam Negeri Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) Undip oleh ketua HMIK yang terpilih (Finta), merupakan suatu tantangan tersediri. Karena merupakan amanah dan kepercayaan baru yang selama ini tidak sedikitpun terlintas untuk berkecimpung dalam kepengurusannya. Disamping Karena Departemen ini merupakan departemen baru di dalam organisasi HMIK juga dikarenakan berbagai alasan klasik yang selama ini sering Mahasiswa Ilmu kelautan dengungkan.

Memang HMIK selama ini di mata Mahasiswa tidak begitu popular dibanding dengan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) yang  tumbuh dan berkembang di bawah naungannya. Terjadi pergeseran pandangan terhadap keberadaan HMIK yang dipandang hanya sebagai pelengkap keadminintrasian dalam suatu kegiatan yang dilakukan masing-masing UKK. Padahal, keseharusannya HMIK merupakan induk organisasi dari UKK di lingkungan Ilmu Kelautan  yang memiliki fungsi sebagai pengayom, wadah keluh kesah, serta pengawas berbagai macam kegiatan akademik di lingkungan ilmu kelautan.

Berbagai macam terobosan dari tahun ke tahun sepertinya sudah digulirkan oleh masing-masing peridode kepungurusan untuk mendongkerak eksistensi keberadaan HMIK minimal adanya rasa memiliki dari setiap Mahasiswa Ilmu Kelautan. Seperti terobosan terbaru yang digulirkan oleh kepengurusan priode 2009/10 dengan mengikut sertakan seluruh komponen mahasiswa dalam “Musyawarah bersama” untuk pergantian kepengurusan. Sayangnya niat baik ini, saya lihat adanya keberadaan tangan-tangan jahil untuk menggiring hasil kepada kelompok tertentu (Konspirasi terselubung kelompok tertentu). Yang hasilnya dapat dilihat, keterpilihan sudara Finta sebagai Ketua HMIK hasil dari pemilihan raya dan bukan dari hasil dari “Musyawarah bersama” yang pada awalnya diniatkan untuk mendapatkan ketua terpilih secara mufakat oleh peserta Musyawarah. Saya melihat dampak dengan keterpilihannya Sudara Finta ada sebagaian orang bahkan kelompok tertentu yang tadinya bersuara keras menggulirkan perubahan, bercuci tangan meninggalkan HMIK, ini mungkin karena ketidak sesuaian cerita akhir hasil dari pemira.

Itu hanya sebagian kecil dari berbagai hambatan yang selalu membenamkan dan menumpulkan daya eksistensi keberadaan HMIK di mata seluruh komponen civitas akademik ilmu kelautan. Disamping itu pula, adanya anggapan bahwa HMIK itu hanyalah milik dari orang-orang yang berada di dalam dan mengurusi berbagai macam kebijakan yang dilaksanakan (Pengurus HMIK). Padahal, HMIK ini merupakan wadah yang menyatukan seluruh warna mahasiswa Ilmu Kelautan. Saya mencoba menterjemahkan apa itu HMIK dari unsure kata-kata yang disingkatnya.

Mulai dari Himpunan, seperti yang saya katakan sebelumnya, HMIK ini merupakan organisasi mahasiswa yang menaungi dan mengayomi seluruh anggota. Perlu diingat anggota disini bukan hanya pengurusnya saja, melainkan seluruh mahasiswa di lingkungan Ilmu kelautan. Mahasiswa, adalah setiap orang yang sedang menjalani studi strata satu (S1) di Jurusan Ilmu Kelautan. Sayangnya selama ini HMIK teranak-tirikan oleh UKK yang banyak tumbuh dengan berbagai macam inovasi baru. Ilmu Kelautan, merupakan Jurusan yang memiliki dua program studi; Oseanografi dan Ilmu kelautam.

Sehingga wajar apabila ketika saya menerima ajakan Finta dengan berbagai beban dan tentu masalah yang harus dipecahkan merupakan amanah yang berat untuk saya jalankan. Ada beberapa point penting, saya menyebutnya dengan kontrak kerja yang disodorkan Finta kepada saya untuk dapat dijalankan selama satu tahun priode kepungurusan HMIK ke depan. Diantaranya adalah mengingkatkan eksistensi keberadaan HMIK, pengwasan civitas akademik internal ilmu kelautan, menjalin hungungan kerja dengan masing-masing UKK dan Angkatan, serta tentu menginginkan HMIK yang lebih “Nyentrik” dengan kelaugasan dan ke-keritisan terhadap system yang berjalan di Kampus Ilmu Kelautan.

Dengan dibentuknya Departemen baru, Semoga semua apa yang dicita-citakan demi kebaikan dan kemajuan kita bersama di Ilmu kelautan mampu kita jalankan dan menjadi pondasi tambah untuk membangun HMIK yang lebih eksis.

Akhir pandangan, saya ucapkan terimakasih kepada saudara Finta, saudara Tutus yang telah mempercayaakan amanat ini kepada saya. Saya yakin tanpa bantuan dari semua pihak baik itu pengurus HMIK, Mahasiswa Ilmu kelautan, Dosen, UKK, dan organisasi kemahasiswaan lainnya apa yang kita cita-citakan bersama tidak akan mampuh terealisasikan.

0 komentar: