Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Genta demokrasi FPIK yang menggemaskan.

Dicalonkan menjadi wakil Presiden BEM dari sebuah partai merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan tersendiri mengingat semakin jauhnya keadaan BEM FPIK yang Ideal sebagai sebuah badan eksekutif mahasiswa ditingkat fakultas. Selama ini BEM dirasa sebagai anak tiri kalah pamor dibanding dengan UKK atau bahkan HMJ yang begitu banyak tumbuh dengan eksistensi serta ciri khas masing-masing yang telah banyak dirasa langsung oleh setiap mahasiswa di jurusan Ilmu kelautan dan Perikanan.

Selama ini BEM hanya dipandang sebagai suatu badan yang mewadahi kegiatan mahasiswa yang terpaku hanya kepada pelatihan berorganisasi semata bagi setaf serta pengurus masing-masing departemen yang ada dibawah BEM FPIK. Sangat jarang sekali bahkan tidak dapat dirasakan fungsi BEM sebagai pengawal kebijakan serta sistem yang berjalan dikampus. Banyak program-program selama tiga tahun terakhir jalan ditempat bahkan cenderung itu-itu saja. Entah ini mungkin karena banyaknya mahasiswa yang terlalu sibuk dengan kegiatan sehari-hari sebagai anggota suatu Unit Kegiatan Kemahasiswaan sehingga tidak merasa langsung dampak dari adanya sebuah badan eksekutif. Atau bahkan karena memang ada sistem keliru yang berjalan di sana sehingga semakin menjauhnya rasa keberadaan BEM di Fakultas.

Pada debat kandidat yang kedua ini (Jumat, 10 Desember 2010), sebagai salah satu wakil dari ketiga pasangan yang mencalonkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM FPIK menyusun serta menyampaikan hal apa saja yang menurut kami anggap keliru serta program dan sistem seperti apa yang harus dijalankan. Dengan mengusung jargon “Prospektif Baru, Berdedikasi Membangun FPIK” kami menawarkan berbagai macam program kerja unggulan baru yang akan kami lakukan. Sayang, serunya debat kandidat ini dirasa kurang karena ketidak hadiran serta dengan alasan yang kurang begitu jelas dari pasangan No urut 3.

Dimulai dengan penyampaian materi kampanye oleh juru bicara msing-masing Partai, selanjutnya penyampaian Visi Misi dari masing-masing Capres dan Cawapres. Seperti biasa saudara Hafiz sebagai calon Presiden sekaligus merupakan pasangan No urut 1 (Hafiz Agus) menyampaikan Visi Misi yang akan kami jalankan kedepan nanti apabila kami terpilih.

Acara semakin seru karena dari masing-masing calon mendebatkan keberadaan eksistensi sekelompok orang yang selama ini menguasai BEM dan cenderung bergerak diktator menyingkirkan berbagai kelompok ekstra yang selama ini tumbuh di lingkungan Kampus kelautan dan perikanan. Dari no utur 1 inilah yang menentang adanya eksistensi satu kelompok organisasi ekstra yang dinilai telah ditunggangi oleh kepentingan partai Politik Nasional. Beruntung perdebatan mengenai kelompok ini diakhiri dengan adanya pertanyaan dari salah satu penelis, yakni saudara Panca yang sekarang menjabat sebagai Presiden aktif BEM FPIK. Dalam sela-sela sebelum menyampaikan pertanyaan Panca memberikan stetmen : “sudah basi kalu kalian sebagai calon pres dan wapres hanya mendepatkan keberadaan suatu kelompok, yang terpenting adalah kinerja apa yang akan kalian jalankan nanti ketika sudah terpilih”.

Dengan stetmen itulah perdebatan mulai mengarah kepada program kerja yang akan masing-masing calon tawarkan. Dari calon no urut 2 yang notabennya adalah dari incomben partai yang telah lama menguasai BEM mengklaim keberhasilan-keberhasialan yang selama ini telah dijalankan. Sementara kami dari no urut 1 keukeuh mengatakan bahwa apa yang selama ini berjalan adalah kekeliruan yang tidak bisa ditolelir. Maka diperlukan pembaharuan sistem yang berjalan, serta program terbarukan yang mengikat semua elemen yang barada lingkungan Fakultas PIK.

Dari perdebatan kedua pasangan yang hadir di debat kandidat dapat disimpulkan no urut 1 lebih menyampaikan kepada penyalahan sistem yang selama ini berjalan serta dibutuhkan kinerja serta program yang terbarukan yang dapat mewadahi kepentingan dari setiap kelompok mahasiswa yang berada di lingkungan kampus FPIK baik organisasi eksra maupun intra; UKK dan HMJ. Sementara pasangan no urut 2 tetep menyampaikan klaim keberhasilan kepemimpinan dari presiden BEM pendahulunya.

0 komentar: