Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Resum Jurnal : PERENCANAAN TATARUANG FITOSTRUKTUR WILAYAH PESISIR SEBAGAI PENYANGGA TATARUANG WILAYAH DARATAN


PERENCANAAN TATA RUANG FITOSTRUKTUR WILAYAH PESISIR
SEBAGAI PENYANGGA PERENCANAAN TATA RUANG WILAYAH DARATAN:
Sebuah Kajian Dengan Pendekatan Energi, Ekosistem, Dan Ekologi
SARWOKO MANGKOEDIHARDJO
Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

TUGAS MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN PROYEK PESISIR DAN LAUT. Keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan hidup manusia dengan ketersediaan sumberdaya alam (SDA) adalah konsep untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia. Untuk menjalankan aktivitas hidupnya, manusia membutuhkan energy kima karbohidrat sebesar 28 MJ/orang/hari yang diambil dari berbagai SDA.
Kebutuhan energy kimia karbonat manusia 40 % digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sementara 60% sisanya digunakan dalam pemenuhan bahan bakar (aktivitas domestic, social, transportasi, komersial, industry, dll).

Selain kebutuhannya tersebut, aktivitas manusia juga menghasilkan beban terhadap lingkungan terutama karbondioksida yang dihasilkan sebanyak 2,6 kg/orang/hari. Penyebaran karbondioksida di alam adalah 38 % di udara, 35% di sedimen, 25% di daratan, dan sisanya tersebar di media lingkungan lainnya. sehingga, karbondioksida yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia akan terdistribusi terutaama terhadap ketiga media lingkungan tersebut.

Rencana pembuatan fotostruktur / pembuatan lahan terbuka hijau adalah konsep yang dikembangkan untuk mengurangi beban lingkungan serta pemenuhan peningkatan kebutuhan manusia. Kensep ini dikembangkan dengan cara memelihara keberlangsuangan suatu ekosistem.

Ekosistem adalah suatu kesatuan yang sangat kompleks antara komponen fisik/ abiotik dengan komponen hayati/ biotic. Apabila terjadi perubahan pada salah satu komponen akan berpengruh terhadap komponen lainnya. perubahan ini dapat dibedakan menjadi dua, perubahan secara alamian dan perubahan yang terjadi oleh aktivitas manusia.

Perubahan secara alamiah akan terjadi secara perlahan dan dalam jangka panjang. Berbeda dengan perubahan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Eksploitasi besar besaran yang telah berlangsung selama 100 tahun terakhir ini berdampak sangat cepat terhadap perubahan lingkungan (ekosistem).

Berdasarkan definisi ekosistem tersebut rencana pembentukan fitostruktur adalah rencana  perubahan ekosistem. Yakni dengan mengembalikan fungsi lahan yang sudah ada menjadi lahan yang lebih produktif sebagai lahan terbuka hijau dengan tumbuhana sebagai komponen utamanya. Tumbuhan akan menjaga siklus setimbang secara berlanjut antara penyediaandan kebutuhan energi. Dengan menggunakan tumbuhan inilah karbon dioksida yang dihasilan oleh manusia akan diserap serta hasil dari pada proses foto sintesis ini kemudian akan digunakan dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Perencanaan tata ruang fitostruktur (ruang terbuka hijau) untuk lahan basah wilayah pesisir adalah sangat diperlukan dan menjadi kesatuan perencanaan tata ruang wilayah daratan. Secara ekologi, dan untuk mengatasi kesulitan pengembangan tata ruang wilayah daratan, maka diperlukan intensifikasi fitostruktur di sepanjang aliran sungai-sungai yang ada. Pendekatan fitostruktur tanpa intervensi temporal akan memberi peluang lebih leluasa bagi intervensi temporal pengembangan infrastruktur wilayah daratan. Secara fungsional, fitostruktur wilayah pesisir merupakan penyangga infrastruktur wilayah daratan. 

0 komentar: