Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Pola Sistematis dan Biogeografis dalam Reproduksi Biologi pada Karang Sclerectinia


Apa yang dimaksud dengan pola biogeografis pada biologi reproduksi karang scleractinia berdasar pada kekerabatan molekular (molecular phylogeny)…?

Jawab
Adalah terjadinya perbedaan pola biologi reproduksi karang scleractinia pada genus karang yang sama akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis akan menyebabkan adanya keragaman lingkungan seperti suhu, salinitas, pasang surut, dan pencahayaan. Sehingga memaksa karang skleractinia melakukan evolusi pada pola biologi reproduksinya sebagai respon terhadap perbedaan lingkungan.


Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Harrison & Wallace (1990) yang menyatakan bahwa genus porites di indo-pasifik memiliki pola reproduksi secara gonorik, sementara di Atlantik memiliki pola reproduksi secara hermafrodit. Pada genus Montastrea ditemukan bahwa di Indo-Pasifik memiliki pola reproduksi hermafrodit, sementara di Atlantik satu spesies dari genus mintastrea diketahui memiliki pola reproduksi secara gonorik.

Tipe reproduksi gonorik adalah ketika gamet jantan dan betina dihasilkan dari individu yang berbeda atau dikenal juga dengan diaceous species. Sementara tipe reproduksi hermafrodit adalah bila sel telur dan sel sperma dihasilkan dalam satu polip.

Perbedaan pola reproduksi pada karang juga diungkapakan  Szman (1986) yang mengungkapkan bahwa akan terjadi perbedaan pola reproduksi sebagai strategi atau respon terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya karang yang berada di daerah Atlantik (bersuhu rendah) akan melakukan pola reproduksi secara brooding, berbeda dengan karang yang berada di daerah yang bersuhu tinggi seperti di Indo-Pasifik yang melakukan pola reproduksi secara spawning.

Tuliskan pula opini Saudara tentang pola biogeografis reproduksi karang jika dihubungkan dengan mode reproduksi (cara bereproduksi/trait)….?

Jawab
Karena adanya perbedaan letak geografis seperti perairan di Atlantik yang memiliki suhu relative lebih dingin dibanding dengan suhu perairan di Indi-Pasifik akan mempengaruhi mode reproduki karang. Perbedaan ini sebagai bagian dari strategi mempertahankan keberhasilan proses regenarasi/ reproduksi.

Seperti yang diungkapakan oleh Szman (1986) bahwa karang yang berada di daerah Atlantik akan melakukan mode reproduksi secara Brooding sementara di daerah Indo-Pasifik mode reproduski karang yang terjadi adalah secara Spawning. Mode reproduksi brooding akan meningkatkan kesuksesan hidup individu baru walaupun pada kondisi lingkungan yang ekstrim.

Hal ini disebabkan karena pada mode reproduksi brooding terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam polip. Kemudian hasil pembuahan ini akan dikeluarkan dalam bentuk planula, seteleh menemukan substrat yang tepat planula ini akan berkembang menjadi individu baru.

Apa yang dimaksud dengan organisme modular ?

Jawab
Organisme modular adalah organisme yang hidup secara berkelompok atau berkoloni. Menurut Cairns (1999) dari 1400 spesies karang scleractinia sekitar 800 spesies atau 60% berentuk koloni. Proses terjadinya koloni ini adalah hasil dari pada replikasi setiap individu karang yang berkembang terus menerus membentuk sebuah koloni (Weiblen, 2000).

Berdasar paper tersebut, mode reproduksi mana yang saat ini diketahui paling dominan pada scleractinia? Beri penjelasan Saudara..?

Jawab
Mode reproduksi  yang paling dominan pada karang scleractinia adalah mode hermafrodit. Hermafrodit adalah bila sel telur dan sel sperma dihasilkan dalam satu polip. Asalsannya adalah menurut Harrison dan Wallace (1990) diperkirakan sekitar 75% hewan karang memiliki mode reproduksi secara hermafrodit sisanya adalah gonorik. Selain pada karang scleractinia yang hidup secara berkoloni, ternyata pada karang yang hidup soliter seperti fungia ditemuakan mode reproduksi secara hermafrodit. Banyak peneliti telah mencatat kelimpahan yang luar biasa dari hermafrodit. kemudian Szmant (1986) memiliki hipotesis bahwa hermafrodit adalah mode reproduksi karang scleractinia yang pertama.
  
Referensi
Cairns SD. 1999. Species richness of recent Scleractinia. Atoll Res. Bull. 459:1–46

Harrison PL, Wallace CC. 1990. Reproduction, dispersal and recruitment of scleractinian corals. In Coral Reefs, ed. Z Dubinsky, pp. 133-207. Amsterdam: Elsevier

Szmant AM. 1986. Reproductive ecology of Caribbean reef corals. Coral Reefs 5: 43-54

Weiblen GD, Oyama RK, Donoghue MJ. 2000. Phylogenetic analysis of dioecy in monocotyledons. Am. Nat. 155:46–58

0 komentar: