Beberapa waktu lalu saya sempat membuka diri pada sebuah kesempatan baru. Saya mengikuti setiap prosesnya dengan penuh harapan, membayangkan akan ada lembaran baru yang segera dimulai.
Namun, pada akhirnya saya belajar bahwa tidak semua ikhtiar harus berakhir sesuai dengan rencana kita.
Kecewa? Tentu ada.
Tetapi di balik rasa kecewa itu, Allah seolah sedang menyusun sebuah puzzle yang belum selesai saya lihat gambarnya.
Di waktu yang hampir bersamaan, saya juga sedang membaca buku Quranic Law of Attraction yang membahas tentang hukum ketertarikan dalam Al-Qur'an.
Ada tiga pelajaran yang sangat membekas bagi saya: bersyukur, bersabar, dan berdoa.
Bersyukur atas semua nikmat yang selama ini Allah berikan. Bersabar atas hasil yang belum sesuai harapan. Dan terus berdoa untuk setiap impian yang masih ingin diperjuangkan.
Yang paling menarik adalah pembahasan tentang sabar. Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa salah satu cara melatih kesabaran adalah dengan membaca, memahami, dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur'an.
Pagi ini saya membaca Surah Al-Qashash ayat 79–80. Rasanya seperti Allah sedang mengajak saya melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang yang berbeda.
"Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia berkata, 'Wahai, sekiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun. Sungguh, ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.'"
(QS. Al-Qashash: 79)
"Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, 'Celakalah kamu! Pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Dan (pahala yang besar) itu tidak diperoleh kecuali oleh orang-orang yang sabar.'"
(QS. Al-Qashash: 80)
Saat membaca dua ayat ini, saya seperti sedang bercermin. Saya pernah berharap mendapatkan sesuatu yang ternyata menjadi milik orang lain. Namun Allah mengingatkan bahwa apa yang tampak baik menurut kita, belum tentu yang terbaik menurut-Nya.
Mungkin inilah makna sebuah puzzle. Saya hanya melihat satu keping, sedangkan Allah melihat gambar yang utuh.
Tugas saya hanyalah terus berikhtiar, bersyukur, bersabar, dan berdoa. Selebihnya, saya belajar percaya pada rencana Allah.
0 comments