Belajar, Beradaptasi, dan Bertumbuh: Refleksi dari Buku Range

By Agus Nurul K - 2:31 AM













Saat ini saya sedang membaca buku Range: Why Generalists Triumph in a Specialized World karya David Epstein. Meski baru membaca setengahnya, ada beberapa gagasan yang membuat saya merefleksikan kembali perjalanan karier saya di bidang K3L Pertambangan.

1. Tidak semua orang harus menemukan jalannya sejak dini.

David Epstein membandingkan perjalanan Roger Federer dan Tiger Woods. Tiger Woods mulai menekuni golf sejak usia sangat muda, sementara Roger Federer mencoba berbagai cabang olahraga sebelum akhirnya memantapkan diri di tenis. Keduanya berhasil melalui perjalanan yang berbeda.

Bagi saya, pelajaran pentingnya adalah bahwa perjalanan menuju keahlian tidak selalu harus dimulai dengan spesialisasi sejak awal. Pengalaman yang beragam dapat membantu kita menemukan kekuatan, membangun perspektif, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih kompleks.

2. Belajar bukan sekadar menghafal, tetapi memahami konsep dan konteks.

Ada perbedaan antara mengetahui cara melakukan sesuatu dan memahami mengapa sesuatu harus dilakukan. Memahami konsep membantu kita mengetahui prinsip dan alasan di balik suatu tindakan. Sementara itu, memahami konteks membantu kita melihat situasi secara utuh, menentukan prioritas, dan memahami arah yang harus dituju.

Dalam pekerjaan K3L pertambangan, misalnya, memahami prosedur dan standar saja tidak cukup. Kita juga perlu memahami karakteristik operasional, kondisi lapangan, potensi risiko, serta tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Dengan demikian, kita tidak hanya menjalankan prosedur, tetapi juga mampu menilai apakah pengendalian yang diterapkan sudah sesuai dengan risiko dan kondisi aktual.

3. Pengalaman yang beragam membantu kita menghadapi persoalan baru.

Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda dari rekan-rekan yang memiliki dasar pendidikan pertambangan, saya menyadari bahwa ada banyak hal yang harus saya pelajari. Memahami proses operasional, karakteristik bahaya, hingga penerapan pengendalian risiko di lapangan bukanlah proses yang mudah. Namun, saya bersyukur memiliki atasan yang memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk memegang berbagai tugas serta tanggung jawab.

Awalnya terasa berat. Ada banyak hal yang belum saya pahami dan harus saya pelajari dari awal. Namun, justru melalui proses itulah saya mulai memahami keterkaitan antara keselamatan, operasional, manajemen risiko, dan sistem perusahaan.Seiring waktu, saya menyadari bahwa tugas-tugas yang dahulu terasa sulit ternyata menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier saya.

4. Lingkungan dan kesempatan ikut membentuk kompetensi.

Ketika mendapatkan kesempatan berpindah perusahaan, saya bersyukur dapat segera beradaptasi serta lingkungan yang ramah. Pengalaman sebelumnya membantu saya tidak hanya memahami apa yang harus dikerjakan, tetapi juga melihat bagaimana sistem bekerja, membaca arah organisasi, dan memahami bagaimana peran K3L dapat mendukung pencapaian tujuan operasional.

Saya menyadari bahwa proses tersebut bukan semata-mata hasil usaha pribadi. Ada peran atasan yang memberikan kepercayaan, rekan kerja yang berbagi pengetahuan, serta sistem dan komitmen pimpinan perusahaan yang kuat dalam membangun budaya keselamatan. Lingkungan yang tepat tidak menghilangkan tantangan, tetapi memberikan ruang bagi kita untuk belajar, mencoba, memperbaiki diri, dan bertumbuh.

Beberapa pelajaran yang saya petik:

  • Jangan membatasi diri hanya karena latar belakang kita berbeda.
  • Jangan hanya menghafal prosedur; pahami konsep dan alasan di baliknya.
  • Pahami konteks agar mampu membaca situasi, menentukan prioritas, dan melihat arah yang tepat.
  • Jangan selalu menghindari tugas yang terasa sulit. Bisa jadi, di sanalah fondasi kompetensi kita sedang dibangun.
  • Hargai lingkungan yang memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Saya percaya, menjadi seorang profesional bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar dari pengalaman, memahami persoalan secara utuh, dan menghubungkan pengetahuan untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Terbentur, terbentur, terbentuk.

Terkadang, hal-hal yang dahulu terasa sebagai kesulitan justru menjadi bagian paling berharga dari proses pembentukan diri kita. Kita mungkin tidak selalu memulai dengan keunggulan. Namun, selama kita mau belajar, berani mengambil kesempatan, dan terus memperdalam pemahaman, pengalaman hari ini dapat menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

#Range #ContinuousLearning #CareerDevelopment #Leadership

  • Share:

You Might Also Like

0 comments